It's not my fault

It's not my fault

  • WpView
    Reads 546
  • WpVote
    Votes 99
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 6, 2022
WpInfo
Fanfic
Bukan kesalahan Kirana jika kita mendengar kasus pembunuhan terhadap salah satu petinggi perusahaan terkemuka. Kirana juga tidak ingin ini terjadi, apa jika ayahnya yang membunuh, dia juga patut dicap sebagai pembunuh? Kirana tidak tahu apa-apa, tetapi caci maki, hujatan, tatapan mata kebencian selalu ia dapat. Apa yang mereka inginkan? Kirana juga lenyap? Sayangnya Kirana tidak tahu satu fakta, petinggi perusahaan yang terbunuh itu adalah ayah dari salah satu teman sekelasnya, Dewa. Dewa benci setiap menangkap atensi gadis itu, Kirana. Setiap menatap wajahnya, dia selalu teringat dengan pembunuh sang ayah. Rasanya tidak puas hanya melihat sang pembunuh mendekam di penjara. Dewa harus membalas dendamnya, melalui gadis berambut hitam panjang itu. "Sudah berapa kali aku bilang, itu bukan salahku! Apa aku harus mati supaya kalian sadar?"
All Rights Reserved
#482
kpoplokal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • Satria Dirgantara [Complete]
  • KIARILHAM【END】
  • Assassin Girl [ Editing ]
  • I'm Sorry | Completed [✓]
  • OUR HAPPINESS
  • ATMOSFER [END]
  • Dark Side (Hiatus)
  • The Story Of Aghea

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines