Musim yang Tak Bertemu

Musim yang Tak Bertemu

  • WpView
    LECTURAS 85
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadConcluida mié, oct 29, 2025
Cerita Pendek tentang dua orang bertemu di sebuah aplikasi belajar bahasa asing, di antara jeda waktu dan ruang yang tidak pernah mereka rencanakan. Bhanu, seorang penulis lepas dari Jakarta, yang sering terjaga di malam-malam panjang dengan secangkir kopi dan pikiran yang terlalu ramai. Anna, seorang mahasiswi asal Siberia, yang mencintai langit dingin dan lagu-lagu tua yang terdengar seperti doa. Pertemuan mereka bermula dari obrolan ringan tentang musik, lalu perlahan berubah menjadi percakapan yang lebih dalam tentang kesepian, tentang arti kehilangan, tentang hal-hal kecil yang membuat hidup terasa manusiawi. Melalui obrolan chat singkat, mereka membangun ruang di mana waktu terasa melambat dan jarak seolah hilang. Namun, seperti musim yang tak pernah tiba di saat yang sama, mereka pun terjebak dalam kemungkinan yang tak sempat menjadi kenyataan. Ketika rencana pertemuan nyaris terjadi, kehidupan kembali menunjukkan batasnya. Tidak ada pelukan, tidak ada perpisahan di bandara, hanya pesan terakhir yang dikirim dengan tenang, seolah keduanya tahu bahwa beberapa hubungan memang diciptakan bukan untuk bertahan, melainkan untuk dikenang.
Todos los derechos reservados
#935
umum
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Are You The One Tied to Me?
  • Jendela Duniaku
  • Cita & Cinta
  • My Bromance [18+] End
  • REVANARA
  • Elegi & Tawa [Selesai]✓
  • Tomboyish Girl [Proses Penerbitan]
  • Tutorial Berpikir Benar untuk Pemula

Semua orang punya titik balik. Dalam hidup, dalam mimpi, dalam perasaan. Dan terkadang, titik balik itu hadir lewat orang yang tak kau duga, di saat yang paling tak masuk akal. Namaku Rain Anak organisasi. Perfeksionis. Rasional. Terlalu terbiasa memetakan semuanya menjadi rencana. Dan di dalam setiap rencanaku, selalu ada satu nama yang seperti gangguan: Raib. Rival paling abadi. Cermin yang paling merepotkan. Tapi juga satu-satunya orang yang benar-benar selalu menantangku. Kami saling bersaing di medan yang sama-ruang rapat, hasil evaluasi, dan perdebatan yang tidak pernah selesai Tapi semakin aku beradu dengannya, semakin aku sadar, tidak semua lawan harus dikalahkan. Kadang, mereka hanya butuh dipahami. Lalu datang Kenza. Si-Kapten basket. Bukan anak organisasi. Tapi justru itu yang membuatnya mencolok di mataku. Ia seperti jeda yang tidak pernah kuminta kepada Tuhan, tapi diam-diam kubutuhkan. Seseorang yang muncul tanpa pretensi, tapi menghadirkan pertanyaan paling sulit yang pernah kutemui: apa sebenarnya yang sedang kucari? Dalam riuhnya proposal kegiatan dan jadwal padat rapat, dalam tatap mata yang tak selesai antara aku dan Raib, dan dalam keheningan canggung bersama Kenza, aku belajar. Bahwa kadang yang paling berarti bukan siapa yang paling sering hadir, tapi siapa yang membuatmu diam dan berpikir ulang tentang dirimu sendiri. Interlinked adalah tentang benang-benang yang tak terlihat, tapi nyata. Tentang rivalitas yang tumbuh menjadi penghargaan, dan tentang perasaan yang perlahan memanggil pulang-dari tempat yang tak pernah kau sangka. Karena dalam hidup, orang-orang datang bukan hanya untuk tinggal. Ada yang datang untuk mengubahmu. Pelan-pelan. Dalam. Dan tidak terduga.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido