Gomenasai (End)

Gomenasai (End)

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 29, 2022
"Jangan menatapku seperti itu Gar...," ucapku pada lelaki yang tengah sibuk menatap ke arahku itu. Aku menghentikan sementara kegiatanku yang sibuk memilah buku-buku yang tidak terpakai untuk diloakkan di gudang kantor. Namun seseorang yang ku panggil dengan sebutan Gara itu seolah menulikan pendengarannya atau ia memang sama sekali tidak mendengarkan ucapanku. "Berhenti menatapku seperti itu...!!" ucapku lagi memberi penegasan di akhir ucapanku. "Emang kenapa sih mata-mata aku kok kamu yang sewot..," ujar Gara. "Ih, tapi akunya tuh risih kamu liatin kayak gitu..," sungutku kemudian. Dia malah terkekeh sebelum menanggapi keluhanku. "Risih apa malu? Jantung kamu berdebar-debar nggak aku tatap kek gitu?" tanyanya kemudian.
All Rights Reserved
#38
cerpenku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MEISYA
  • Males, ribet.
  • ANIMAL'S?! (Complete!)
  • Just Ordinary Love Of a Girl
  • DANADYAKSA
  • ARGLADIS
  • JANGAN PANGGIL AKU LARAS
  • SAMSARA LOKA [END]
  • THE POWER OF MY EYES [BOYSTORY]
MEISYA

"Papa, sepatunya kena wajah Meisya ...." "Cukup, Pa!" "Papa, Meisya kesakitan sekarang." "Meisya minta maaf." "Meisya mohon maafin Meisya ...." "Pa, kaki Meisya perih ...." "Tangan Mei juga perih, Pa." "Meisya gak akan bolos lagi, Pa. Meisya janji." "Semuanya sakit, Pa. Peluk Meisya saat kesakitan, Pa," pinta Meisya dengan bergetar. ---><--- Meisya Keyrila Cheryl, gadis kelas sebelas yang hidup dengan penuh rasa sakit. Sakit fisik, dan juga hatinya. Orangtuanya yang tak menganggapnya ada sangat membuatnya merasa benar-benar tak dianggap di keluarganya. Meisya hanya hidup bersama tiga kakaknya yang menyayanginya. Tapi karena suatu masalah, kakaknya menjauh dan membencinya. Bahkan tak jauh berbeda dengan orangtuanya yang tak menganggapnya ada. Walaupun begitu, Meisya begitu bersyukur karena ada laki-laki yang selalu ada untuknya. Menjaganya dan bersikap seolah Meisya adalah adiknya, walau dalam hatinya menyimpan rasa yang lebih. Siapakah laki-laki itu? Lalu penderitaan apalagi yang dialami Meisya? ---><--- Jangan plagiat ya, Sayang! Dosa loh!! Jangan lupa tinggalkan jejak!💙

More details
WpActionLinkContent Guidelines