Bunda Alvina

Bunda Alvina

  • WpView
    Leituras 80,426
  • WpVote
    Votos 4,127
  • WpPart
    Capítulos 15
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, dez 24, 2021
[ FOLLOW SEBELUM MEMBACA] "bunda" panggil anak laki-laki berusia 4tahun "ehh kamu panggil kakak?"tanya remaja perempuan dengan polosnya anak itu mengangguk seketika remaja itu menganga apa bunda?nikah aja belum udah dipanggil bunda. _________________________________________ aku cuma mau nyalurin imajinasi aku.maaf ya kalo cerita nya gaje. Jangan lupa vote sayang 😚😚 PLAGIAT DIHARAP MENJAUH HUS HUS SANA
Todos os Direitos Reservados
#29
ibusambung
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • The Baby's Contract✓
  • Bukan ZONK!
  • Al[Alvin+Alena] END
  • WISHLIST || Beomgyu ✔️
  • Regan dan Cintanya [END]
  • My Husband Is Ridiculous [TERBIT]
  • Rayuan Cinta Sasha ᴱⁿᵈ
  • I AM PREGNANT  (OPEN PO)
  • ALANA [REVISI]

Cerita ini sudah tamat dan bisa kalian dapatkan versi lengkapnya di Karyakarsa kataromchick atau versi ebook di google playbook 'Faitna YA'. ~~~~ Teija Nero dan Nova Saki tidak pernah berharap dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan. Mereka hanya terjebak dalam kondisi yang memantik kesalahpahaman semata. Katakan saja mereka berada dalam tempat dan kondisi yang tak beruntung, hingga harus dinikahkan dalam waktu singkat. Pernikahan itu bahkan dilaksanan saat mereka berada di penghujung masa SMA. Gila, bukan? Mana ada, sih, orang tua yang menikahkan putra dan putri mereka yang masih SMA? Jika kasusnya memang terjadi kehamilan, baik Teija dan Nova angkat tangan. Namun, kasus mereka berdua berbeda! Nova tidak hamil! Bahkan Teija saja belum sempat menyentuh bibir gadis itu, karena ibu Teija sudah keburu membuka kamarnya. Dalam kasus ini, Teija menyalahkan Nova. Karena permintaan gadis itu yang aneh, mereka menjadi terikat sepenuhnya. Namun, karena mereka masih sangat begitu muda, maka masih banyak kesempatan yang bisa dilakukan dengan membuat kesepakatan menjanjikan. "Kita nggak bisa diem aja, Teja!" "Terus mau apa? Kita udah sah juga." "Gue nggak mau masa muda ini sia-sia!" "Ya, terus apa???" "Let's make a deal. No, no, no! Bukan kesepakatan biasa. Kita harus bikin kontrak di atas materai! Selama kita masih pengen seneng-seneng di masa muda, no babies included in this marriage!" "Terus kalo mama kita repot minta cucu?" "Kita masukin ke poin kontraknya, babies included near our divorce!" Bisakah mereka berdua menjamin kedatangan bayi sesuai rencana?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo