Gladiolus

Gladiolus

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 26, 2021
Hai apa kabar? Kamu boleh balas surat ini, bisa juga nggak. Tapi aku ttp bakalan kirim kamu surat. Semoga kamu suka Salam Gladiolus Lelaki itu mengerutkan dahinya saat membaca surat itu. Ia tersenyum geli membacanya. Ah ... masih adakah zaman sekarang yang namanya surat? Jika ada ponsel yang lebih canggih kenapa harus surat yang jadi komunikasi? Lelaki itu geleng-geleng kepala, ia menutup kembali kotak itu tanpa menjawabnya. Sungguh, hanya orang yang tidak ada kerjaan yang mengirim surat itu. Mungkin, hanya orang iseng saja pikir lelaki itu. Namun, ternyata surat itu datang lagi dan tak lupa sebuah kotak kecil. Aku sempet kecewa karena kamu nggak balas surat ini. Tapi aku nggak akan putus asa sampai kamu balas dan di sana aku bakalan seneng bgt! Gladiolus Lelaki itu mengembuskan napasnya kesal. Ia menarik pulpen di lokernya. Lalu membalas pesan itu. Baik. Kalau kamu? Arsel menggelengkan kepalanya pelan. Ia merasa gila karena membalas pesan yang tidak berguna. Namun, ia cukup penasaran dengan hal itu. Maka dirinya memutuskan untuk membalasnya.
All Rights Reserved
#347
kotak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY LOVE STORY
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Altatair✓ [Revisi]
  • Arsyilazka
  • Lisa [Sudah Terbit dalam Bentuk E-Book]
  • Love's illusion
  • DEVIAN [END]
  • My Love Ketos❤
  • East sky first love
  • DAKSA [END]

"Ketika cinta dibalas dengan ketidak pastian, disitu pula Aku jatuh cinta dengan seribu ketakutan. Takut akan kehilangan, takut akan ditinggalkan dan takut akan dipisahkan.. Oleh sang Pencipta." #aurelnatalie .... Selamat datang di Kisah Cintaku.. Ini adalah kisah seorang Remaja Wanita dan Remaja Laki-laki yang saling mencintai. Berawal dari Sahabat, sekarang menjadi cinta. Bukan hanya dari mata turun ke hati, tapi dari sahabat turun ke pacaran. Kevin Alvian dan Aurel Natalie. Dua Remaja yang sudah mulai merancang masa depan mereka. Remaja yang berfikir akan hidup berdua selamanya. Remaja yang menginginkan hidup bahagia tanpa ada lika-liku yang menerpa. Namun tidak mungkin. Kehidupan adalah Lika-Liku yang terjal. Tanpa Lika-Liku, kehidupan terasa hambar. Benar? ... "Jadi?" tanya Kevin membuat dahi Aurel berkerut. "Jadi?" tanya balik Aurel yang membuat Kevin terkekeh, "Jadi, lo mau gak jadi pacar gw?" tanya Kevin. Jantung Aurel berdetak bagai habis lari maraton. Bagaimana ini, apa ia langsung menerima atau jual mahal dikit? Terima kali ya, nanti di kira sombong. Aurel tersenyum dan mengangguk, dan itu membuat senyuman Kevin semakin lebar. "Tankyu, pacar." ucap Kevin masih dengan senyumannya. ... "Takdir jahat gak sih, Kak?" tanya Aurel. Arka tersenyum dan mengangguk. "Iya. Jahat banget bahkan. Tapi di balik jahatnya takdir, itu ada hikmahnya buat kita." "Ya itu.. Kita dapat sabar menerima cobaan atau ketentuan Tuhan." lanjut Arka. Aurel kembali menitikan air matanya. Arka menarik Aurel kedalam dekapannya dan ikut menitikan air mata. "Jangan nangis.. Dia gak mau liat kamu nangis." Bukannya berhenti, justru Aurel semakin menangis deras. ººº Follow dulu akunnya, lalu simpan perpustakaan ceritanya. Agar enak ketika aku publish, kalian langsung baca:")

More details
WpActionLinkContent Guidelines