Bisikan di Malam Hujan
Sari berjalan pulang sendirian melewati pohon tua setelah berjualan kue di desa tetangga. Hujan deras mengguyur, dan suasana terasa tidak biasa. Di tengah perjalanan, Sari mendengar bisikan yang memanggil namanya dari arah pohon besar. Rasa takut menyergap, tapi dia berusaha mempercepat langkahnya.
Pagi harinya, seorang warga desa menemukan tubuh Sari tergantung di pohon tua tersebut. Kejadian ini menggemparkan seluruh desa. Masyarakat segera mengaitkan kematian ini dengan kutukan yang sudah lama dipercayai oleh mereka.
Wahyu, seorang jurnalis dari kota, tiba di desa setelah mendengar berita kematian misterius ini. Ia tidak percaya pada mitos atau cerita-cerita kutukan. Dia menemui Bu Ratih, ibu Sari, yang masih dalam keadaan terkejut dan ketakutan.
Wahyu berusaha menyelidiki lebih jauh dan bertemu dengan Pak Suman, kepala desa. Pak Suman memperingatkan Wahyu untuk tidak mengganggu keseimbangan desa dengan menyelidiki pohon tersebut, karena menurutnya hal itu bisa membangkitkan kemarahan "roh" yang bersemayam di sana.
Wahyu bertemu dengan Sri, sahabat dekat Sari. Sri memberitahu Wahyu bahwa Sari sering kali mendengar suara-suara aneh setiap kali melewati pohon tua saat hujan. Ini membuat Wahyu semakin tertarik untuk menggali lebih dalam, meskipun Sri terlihat ketakutan.