The Greatest Strength

The Greatest Strength

  • WpView
    Membaca 47
  • WpVote
    Vote 6
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Feb 16, 2021
WpInfo
Non-fiksi
Nata dan Arsa, kakak beradik yang terjebak kesalah pahaman puluhan tahun. Banyak lika-liku kehidupan yang membuat perpecahan diantara keduanya hingga salah satu dari mereka terluka. Dendam dimasalu yang berputar bak kaset rusak membuat kebencian tertanam lebih dalam dihatinya. Mampu kah mereka berbaikan ? Atau hancur bersamaan ? Simak ceritanya di sini guyss.. Follow, komen dan vote jangan lupa teman.. See youuuuuu
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#201
hits
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • ARSENIK✔
  • Tikungunya
  • their story
  • Impian Haura
  • Kimberly (SELESAI)
  • Sejenak Luka
  • Luka Dan Bahagia 'NATHAN
  • Anna's Secret [END]
  • Cermin TAK Sama

Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan