Luka yang Telah Usai

Luka yang Telah Usai

  • WpView
    GELESEN 189
  • WpVote
    Stimmen 20
  • WpPart
    Teile 5
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert So., Aug. 1, 2021
Amira Khanza Latifa yang menjadi korban broken home ini, seharusnya dia yang marah kepada Ayah dan Ibu yang telah membiarkannya hidup seperti ini. Tetapi, apalah daya dengan semua ini yang ada semakin memperburuk suasana saja. Bertempur melawan takdir, menelusuri ruang kabahagian dan menata kehidupan yang layak, hanya sepintas bayangan saja. Itulah takdir, apa yang direncanakan oleh manusia belum tentu akan terjadi, tetapi takdir kadang mempermainkan perannya dalam kehidupan. Bertemu dengan perihal yang manis dan berpisah dengan perihal yang pahit, jika yang diharapkan akan tiba kebahagiaan justru yang datang adalah penyesalan. Jika tidak mampu bertahan dan bersama akan membuat satu sama lain terluka, maka melepaskan jalan yang terbaik bagi kehidupan.
Alle Rechte vorbehalten
#125
lara
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Queen Friensyah Aldebaran
  • ALTHEA [End]
  • Nathalea
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • Dia, Suamiku ✅
  • Deep Wound
  • 𝑨𝒌𝒔𝒂𝒓𝒂 𝑫𝒊 𝑳𝒂𝒏𝒈𝒊𝒕 𝑷𝒂𝒔𝒖𝒏𝒅𝒂𝒏
  • Cintaku Berawal Dari Sepatu Terbang  ( Bara )

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien