Arin

Arin

  • WpView
    Reads 77
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 3, 2021
WpInfo
Non-Fiction
"Arin nggak lulus lagi Bu" Arin merengek, ini kali ketiga dan di tahun ke tiga ia mengikuti ujian UTBK. "Jalur mandiri saja" ujar Anis sambil mengulek sambal bawangnya. Arin menggeleng, bibirnya mengerucut. "Nggak seru" "Nikah aja" Anis berkata sekenanya, membuat Arin semakin merenggut. "Buuu" sungguh Arin sangat ingin berkuliah di kampus yang selama ini ia impikan
All Rights Reserved
#469
arin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ardi & Ara [End]
  • How to Burn the Bad Boy (END)
  • Don't Talk About Money
  • ArinSecretStory{end}
  • PaSuTrik (Pasukan Suami-istri Prik)
  • CLBK (Cisah Lama Belum Kelar)
  • PUSPAJALA (Hiatus)
  • KEMARIN [END]
  • AKSARA
  • A Kuadrat (A²)

Seharusnya hari itu Ara mengecek notifikasi kelasnya. Seharusnya Ara tahu akan sikap dosennya yang suka telat masuk. Masih banyak seharusnya yang Ara sesali. Dan yang paling penting, seharusnya Ara lebih berhati-hati agar tak menyerempet mobil mewah milik Ardi. Buntut dari kecerobohan Ara mengantarnya menjadi babu Ardi selama satu semester berlangsung. Dan Ara tahu ini keputusan besar paling bodoh yang pernah ia buat. *** "Ra, gue sakit," ucap Ardi serak diujung sana. Ara mengernyitkan dahi bingung. "Hubungannya sama gue apa?" "Gue sakit bego," ucap Ardi kesal. "Kerumah gue." "Enak aja nyuruh-nyuruh," bantah Ara. "Lo itu-" "Babu," balas Ara kesal. "Gue kesana." Tut. Panggilan terputus secara sepihak. Ara menutup telepon dan berdecak kesal. Ia memilih untuk bersiap-siap menuju apartemen Ardi. Bisa ngamuk majikannya itu jika ia tidak datang. *** Januari 2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines