Story cover for Arin by maaiyu
Arin
  • WpView
    Reads 77
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 77
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 7
Ongoing, First published Jan 27, 2021
"Arin nggak lulus lagi Bu" Arin merengek, ini kali ketiga dan di tahun ke tiga ia mengikuti ujian UTBK.

"Jalur mandiri saja" ujar Anis sambil mengulek sambal bawangnya.

Arin menggeleng, bibirnya mengerucut. "Nggak seru"

"Nikah aja" Anis berkata sekenanya, membuat Arin semakin merenggut.

"Buuu" sungguh Arin sangat ingin berkuliah di kampus yang selama ini ia impikan
All Rights Reserved
Sign up to add Arin to your library and receive updates
or
#867umum
Content Guidelines
You may also like
Don't Talk About Money by catheryn99
55 parts Complete
Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"
Sudut pandang (felisha) by alghisty_
7 parts Ongoing
"Kasih gue tutorr dong din. Kayaknya lo gampang banget bisa punya pacar. Masa gue yang ganteng gini belum bisa dapetin feli juga? Lo sih fel. Susah banget di gapai. Tinggal terima gue kenapa sih? Gue kan iri sama nadine" omel galuh menyalahkan felisha membuat felisha memutar bola matanya malas. "Ya lagian, ngapain juga lo sukanya sama gue? Kan banyak cewe lain yang bisa lo sukain" cibir felisha. "Ya ngga tau, ini semua kan gara-gara lo. Siapa suruh lo cantik, gemesin, nganenin, lucu gitu? Kan gue jadi suka sama lo" *** Galuh menggeleng cepat "Ngga kok, Ayo bareng aja. Searah juga kan tujuan kita. Ke pelaminan" gurau Galuh dengan alis yang ia naik turunkan membuat felisha berdecak. "Buru! Ngga usah bercanda. Gue Ngga punya banyak waktu" desak felisha. Karena sebentar lagi shift kerjanya akan dimulai, menjadi seorang barista di caffe Coffee yang terkenal membuatnya menjadi super super sibuk disela tugas kuliahnya. Galuh murung, karena gombalannya yang sama sekali tidak mempan untuk felisha "Ya kan siapa tau nanti bukan sekedar candaan lagi fel. Tapi jadi kenyataan" ^^ "Gue buru buru itu karena Ngga pengen ketemu lo galuh" terang felisha membuat Galuh mencibir. "Jahat banget omongan lo sha. Tapi tenang aja, gue Ngga sakit hati kok" ^^^ "Ayo! Galuh tolong anterin gue ya. Nanti gue bensinin" ujar felisha sembari melongokkan kepalanya ke samping, agar bisa melihat wajah galuh yang tertutup helm hitamnya. "Dikiranya gue ojek kali. Padahalkan gue rela lakuin apapun buat dia, jangankan nganterin. Nemenin jadi suami aja pasti bakal gue jabanin" gumam galuh mencibir. "Hah?? Lo ada bilang sesuatu galuh?" "Ngga. Gue cuma bilang iya felisha cantik, lucu, unyu-unyu, gitu kok" Aku Ngga ngarep banyak yang voment, tapi disini Aku cuman pengen karya Aku bisa sampai tamat aja. Ngga lebih
You may also like
Slide 1 of 10
My Brother's Rival is TOO OP (Tamat) cover
PDKT Linguistic : How To Approach Your Crush cover
Saat Kita Jatuh Cinta  cover
Don't Talk About Money cover
Aladin [SELESAI] cover
How to Burn the Bad Boy (END) cover
ArinSecretStory{end} cover
Sudut pandang (felisha) cover
Pak Guru, Mau Jadi Papahku? ✅ cover
365 Lembar [END] cover

My Brother's Rival is TOO OP (Tamat)

61 parts Complete

Aura hanya ingin menjalani kehidupan normal; lulus kuliah, kerja sesuai cita-cita, dan mengumpulkan uang demi foya-foya di hari tua. Sayang impian mulia miliknya terhalang tembok penderitaan yang diciptakan oleh kakaknya, Aksena. Cowok kurang ajar yang tidak pantas disebut sebagai abang impian itu terlalu fokus mengejar cinta monyet masa SMA, Sekar, dan menciptakan masalah bagi kehidupan ideal milik Aura. Tidak terhitung beragam berita miring terkait usaha Aksena, si pengusaha kaya jalur orang dalam alias warisan, dalam mengejar Sekar. Siapa pun tahu bahwa Sekar hanya suka Darius, si rival menyebalkan yang selalu mengalahkan Aksena dalam bermacam hal. Pada akhirnya perbuatan Aksena justru menjadi bumerang yang tidak hanya membuat dirinya miskin, melainkan menghancurkan mimpi Aura sebagai jompo bahagia di masa depan. Mereka berdua, Aura dan Aksena, tewas di tangan pemuja Sekar yang mayoritas sintingnya melebihi karakter keji dalam romansa picisan. Di detik terakhir sebelum napas Aura berhenti, ia bersumpah akan menghajar abangnya yang durhaka kepada keluarga! "..."