SKY BLUE [ON GOING]

SKY BLUE [ON GOING]

  • WpView
    Reads 2,413
  • WpVote
    Votes 1,715
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 1, 2021
Blurb: Dua makhluk yang menyukai langit biru dan dua makhluk yang memiliki alasan mereka menyukai langit biru. Takdir memang tidak ada yang tahu. Takdir mereka mengikuti alur dan waktu yang sudah di tetapkan. Pesawat, alasan mengapa Firga menyukainya. "Aku menyukai langit biru dan juga pesawat, karena aku bisa melihat keindahan dari atas sana." Burung, alasan mengapa Fidya menyukainya. "Burung di atas sana terbang dengan bebas dan aku menyukai kebebasan. Tetapi kebebasan ku ingin seperti burung terbang kesana kemari dan melihat dunia." _______________________ Brian Firga Aditiya "Tak pernah aku bayangkan kalau semua ini hanyalah halusinasi." Amelia Fidya Anindya "Tak ingin dilepas tapi tetap akan menghilang." ________________________ New story--!! Start: 1-Maret-2021 Finish~
All Rights Reserved
#212
ongoing
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Biru [END]
  • Lentera Biru [END]
  • Kalaya [END]
  • BEFUDDLES (SELESAI)
  • Badboy Vs Cool Girl
  • Deep Blue (END)
  • ARGA [TAMAT]
  • Universum
  • SaCiMi✅
  • B I R U

Sinopsis : Biru mencoba melambai-lambaikan tangannya tepat di hadapannya tapi hasilnya tetap sama. Tatapan yang sama. Raga yang diam. Pikiran yang kelayapan. Jiwa yang dipenuhi kerinduan. Laila tersadar dari lamunannya, saat wajah Biru tepat berada di hadapannya. "Apakah kau menyukai langit biru?" "Sampai-sampai apapun yang ada di sekitarmu kau begitu tidak peduli" "Menurutmu, apa yang indah dari langit biru?" ucap Biru pada Laila yang kini tengah menatapnya. Laila tidak mengucap sepatah kata pun. Ia berusaha untuk berdiri dari duduknya. Dan ia sama sekali tidak berpikir untuk menjawab pertanyaan beruntun yang terucap dari mulut Biru. Tak lama dari itu, pandangannya berubah menjadi kabur. Langit biru tidak lagi terlihat. Yang ada hanyalah ruangan dingin yang begitu gelap. Laila pingsan di hadapan Biru. __________________ Tiga per dua diperoleh dari kesadaranku. Sisanya hanyalah angan tentang kenangan. ~Laila Buktinya, kamu sama sekali tidak bisa melepaskan ingatan tentang kenangan itu bukan? Ya, ia abadi dalam hati ~Maria Apa yang indah dari langit biru??? ~ Biru

More details
WpActionLinkContent Guidelines