R u m i t [√]

R u m i t [√]

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 19, 2021
Pertemuan yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya akhirnya terjadi, ya pertemuan antara Arkanza Vernandes cowok dingin dengan sejuta pesona yang tidak akan pernah terkalahkan dan Cantika Bella Askia cewek bersik yang mempunyai aura bak dewi turun dari kayangan dan cewek yang punya masalalu kelam. "Aduh sakit" pekik seorang gadis yang sudah duduk diatas aspal panas. Laki laki itu turun dari motor dengan gaya cool nya dan langsung menolong orang yang ia serempet. "Lo gak papa kan?" tanya dia bodoh. Keduanya saling menatap yang satu kesal dan yang satu dingin. Mulai dari sanalah mereka sering bertemu. Apakah benih benih cinta itu akan datang atau sebaliknya benih benih kebencian itu yang datang. [ Jadi ayo guys masukin cerita ini keperpustakaan kalian📚]
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Antara Pagar dan Perasaan
  • ALQUEENA
  • MIRACLE
  • KIARILHAM【END】
  • Love Cologne
  • Lost in Reverie [Moqeel]
  • CINA-CINTAKU (SELESAI)
  • Aku dan kamu
  • DIA YANG TERBUANG
  • [✔] AKSARASSA

Arvino Reyhan Dirgantara - atau Ehan, dikenal sebagai cowok kalem, sedikit dingin, dan susah ditebak. Sementara Azalea Vianita Anjani - atau Aza, cewek ceria tapi gengsian, selalu punya jawaban sarkas untuk semua hal yang berbau romantis. Mereka duduk di kelas yang sama. Satu sekolah. Satu lingkungan. Bahkan... satu gang rumah. Hubungan mereka? Jauh dari kata akrab. Saling lempar pandangan malas tiap papasan. Saling sindir kalau disuruh kerja kelompok bareng. Dan saling tutup telinga soal gosip yang nyebar soal "cocok-cocokan" dari teman sekelas. Tapi segalanya berubah saat hujan turun deras di suatu sore, dan satu payung mempertemukan mereka di bawah langit abu-abu. Sedikit demi sedikit, percakapan yang awalnya dingin mulai menghangat. Tatapan yang awalnya biasa, jadi terasa beda. Masalahnya? Mereka terlalu gengsi untuk jujur soal perasaan masing-masing. Di antara pagar rumah yang hanya dibatasi semak kecil, dua hati diam-diam tumbuh rasa - meski belum siap untuk mengakuinya. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines