The Truth

The Truth

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 30, 2021
Tak jarang (atau bahkan sering), orang yang kita lihat selalu tampak bahagia sebenarnya memiliki berbagai kisah yang dulunya sangat mengombang-ambingkan kehidupannya. Baik itu perkara tentang teman, masalah hati, dan yang lainnya. Itulah yang terjadi di dalam cerita ini. Safeeya Thana, seorang dokter yang merangkap sebagai ibu dari tiga anak dan mempunyai keluarga yang segala berkecukupan, rupanya sempat mempunyai kisah manis berujung kelam yang sengaja dia sembunyikan hingga akhirnya dia tersadar bahwa kisahnya lah yang telah mendewasakannya. Namun, muncul masalah baru yang dipertanyakan oleh dirinya sendiri. Apakah sebenarnya dia sudah berhasil menggenggam erat bekas segala patah hatinya, atau ternyata; Dia hanya berusaha melupakan suatu masalah tanpa berusaha berdamai dengan dirinya sendiri?
All Rights Reserved
#619
makna
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Being a Good Papa [ End ]
  • Harta, Tahta, atau Nyawa?
  • Dear Renjana ✓
  • Secret Admirer
  • Dari Mata yang lebih awal menatap
  • Naura & Lukanya
  • Heart
  • Takdir di Antara Kita (Tamat)

Apa penyesalan dalam hidup yang pernah kalian alami? Kalau Arthan ditanya seperti itu, maka dia akan menjawab ; Menjadi pria yang tidak berguna, sekaligus ayah yang gagal. Setidaknya Arthan ingin sekali dalam hidupnya, dia melakukan hal-hal yang membuat keluarganya bahagia. Namun, hidup yang hanya sekali itu, dia habiskan untuk hal-hal yang sesat. Berjudi, mengabaikan anaknya setelah ditinggal mati oleh istri, dan terlilit hutang hingga rentenir terus berdatangan. Lantas, pada malam dia dikejar oleh rentenir dan anaknya, Alberix, disandera oleh rentenir, Arthan tertabrak truk dan tubuhnya terhempas begitu saja di aspal, hingga aspal itu digenangi oleh darahnya yang menyebar kemana-mana. Malam dimana penyesalan terus berdatangan. Lalu, dengan begitu saja, Arthan menutup mata dengan perasaan bersalah yang menumpuk di dalam dada. Hingga ketika ia membuka mata, bukan alam Barzah lah yang ia lihat, tetapi wajah anaknya yang datar saat sedang melakukan sarapan bersama. Arthan spontan menyeletuk, "Alberuk?" Alberix langsung bombastic side eyes. "Alberix, pa. Not Alberuk, apalagi beruk."

More details
WpActionLinkContent Guidelines