ATHAYA
  • WpView
    Reads 304
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 31, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
ketika dunia jahat kepadamu, maka berusahalah untuk menghadapinya, karena tidak ada orang yang akan membantumu jika kau tidak berusaha. Seorang gadis yatim kini tengah menangis sambil memeluk kedua lututnya mengapa dunia jahat kepadanya, bahkan bahagia yang dia rasakan rasanya hanya sesaat, "aku lelah tuhan maaf tapi aku sudah tidak sanggup lagi izinkan aku beristirahat".
All Rights Reserved
#35
penderitaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear of Natasya
  • Shananda
  • Raymentara
  • Now and Later
  • 𝐀𝐁𝐎𝐔𝐓 𝐊𝐄𝐘𝐋𝐀 [𝐄𝐍𝐃]
  • Waktu?
  • ANGEL (END)
  • Menyerah atau Bertahan?

"Aku tersenyum bukan karena bahagia, tapi karena aku tak ingin kalian melihat aku runtuh." - Natasya Kirana Maharani Natasya Kirana Maharani, seorang gadis 14 tahun yang tampak ceria di luar, menyimpan lautan luka di dalam dirinya. Ia hidup di antara ketiadaan kasih sayang keluarga, dikhianati oleh satu-satunya cinta yang ia percayai, dan terjebak dalam gelapnya lorong kesehatan mental yang terus menghantuinya. Meski dunia seperti runtuh, Natasya masih bisa tersenyum. Ia mendirikan komunitas kecil di sekolah bernama Langit yang Menangis Diam-Diam, tempat di mana anak-anak lain yang juga terluka bisa menuliskan isi hati mereka tanpa takut dihakimi. Komunitas itu menjadi suara bagi mereka yang sunyi, menjadi bahu bagi mereka yang diam-diam ingin menyerah. Namun, tidak semua orang menyukai kejujuran. Komunitas itu mendapat serangan, hujatan, bahkan dihancurkan. Sahabat menjauh, pacar memilih diam, dan luka-luka lama kembali terbuka. Natasya terus bertahan. Ia terus menulis. Terus meyakinkan orang lain bahwa mereka layak hidup, meski hatinya sendiri sudah lama remuk. Hingga pada suatu malam, ketika tak ada lagi pelukan yang cukup hangat, ketika suara-suara di kepalanya terlalu bising, dan ketika senyumnya tak lagi mampu menahan air mata... Natasya memutuskan untuk meninggalkan dunia yang tak pernah benar-benar menerima keberadaannya. Ia meninggalkan surat terakhir di ruang komunitas yang dulu ia bangun: "Aku lelah menjadi kuat. Tapi aku ingin kalian tahu: kalian layak hidup, bahkan saat aku memilih berhenti." ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines