DUA MINGGU

DUA MINGGU

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 27, 2021
"Kasih aku waktu dua minggu." Aksa menggenggam tanganku di depan dadanya. Sorot matanya menunjukkan kesedihan di balik kalimatnya yang penuh tekad itu. "Hah?" Aku menaikkan alisku, bingung. Aku tahu bahwa Aksa memang selalu menjadi seorang yang bertekad kuat, tapi kali ini aku tidak menyangkanya. Alih-alih menjawab kebingunganku, Aksa hanya menggenggam tanganku lebih erat dari sebelumnya. Memutuskan untuk menghilangkan kebingunganku, aku pun bertanya, "Kenapa dua minggu?" Kali ini Aksa tersenyum dengan tanganku masih berada dalam genggamannya sembari menjawab, "Karena yang kubutuhkan cuma dua minggu." ** Tara adalah mahasiswi tingkat tiga yang memiliki hobi menyanyi. Kegemarannya ini kemudian mengantarkannya hingga menjadi vokalis kafe ternama. Ini bermula ketika Aksa, salah satu vokalis band "Three Ways" merekrut Tara menjadi pasangan duetnya. Pada awalnya, hal-hal berjalan mulus, baik bagi Three Ways maupun bagi Tara dan Aksa. Hingga suatu ketika Tara menyadari bahwa ia tak ingin lagi Aksa berada dalam hidupnya. Pada detik itu, semua hal tiba-tiba menjadi berantakan. Namun, dari sinilah Tara menyadari bahwa hidupnya bukan hanya tentang Aksa. poccahontaz © 2021
All Rights Reserved
#184
penyanyi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • The Time

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines