Bait Menembus Langit

Bait Menembus Langit

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 27, 2021
Bait Menembus Langit adalah kumpulan puisi pola Alea yang ditulis oleh tim Alea dan anak-anak didik di kelas Alea. Puisi ini, hadir menambah kreasi baru dalam ilmu kepenulisan sastra. Jadi, sangat disayangkan bila tidak ada buku dalam pelukan kalian semua. Tetaplah semangat untuk berkarya." Hening Suara itu menghilang Lenyap ditelan oleh kata perpisahan Tiada lagi canda rayu yang syahdu Tiada lagi tertawa bersama Semua sirna Musnah Tiada lagi kisah Cerita indah telah luluh lantah Bait Menembus Langit "Team Alea" : • Muhammad Fatkhul A. • Menik Mulandari • Adzakiy • Citra Nurhajiah • Siti Mu'rifah • Sita Latifah Hanum • Fhatmawati Baharuddin • Nano Romansyah • Ernawati • Amin Al Amin • LL. Rose Antemas • Sutrisno Penadebu • Santri Mbelink • Alif Ikhwana • dr. Darmanelly, M.Kes • Ryan Cecx • Indah Sri Astining Asih • Mukhamad Amin • Hafidha Yunia Amanu • Siti Nurjannah • Pita Krisna • Sintia Devina • Noffy N.C. • Luluk Khodija • Ahmad Sutami • Meli Septriawati • Aluna Aksara • Moes Subulussalam • Sapruni Siwi • Dewi Sartika • Fayyas Zahra Iraniy •
All Rights Reserved
#157
antologi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALTAR RASA | END ✓ |
  • Kumpulan Puisi Debu Semesta
  • cinta dan kehilangan
  • Dia Dialeka [COMPLETED]
  • ANGKASARAYA
  • Setapak Hitam Putih ✔ (SUDAH TERBIT)
  • BINTANG&BULAN
  • Dirgantara
  • Langit Pemisah【END】[Sudah terbit]

Dalam pusaran semesta, Naray ńa Ascella dihadapkan pada sosok laki-laki yang hadir bak angan tentang malaikat berwujud fana. Dalam keheningan dunia yang meredup, ia muncul menjadi penawar, menjadi rumah di saat semua pintu tertutup rapat. Lelaki itu membimbing Rayna menelusuri liku-liku, menuju bahagia untuk dijamah. Ia menyulam keberadaan menjadi jalan setapak yang memimpin Rayna pada lentera, pada pengharapan yang terselip di ruam-ruam gelap. Namun Rayna sadar, tiada sesuatu yang abadi. Karenanya ia tak berhenti memohon agar semesta mengulur waktu, memberi ruang bagi mereka merajut kisah yang tertunda. Rayna ingin menyambut senja, menjahit puisi-puisi rindu, dan menyusun seluruhnya untuk pria yang menyandang pusat semestanya.. El Léor Arnawama Auriga. ___________________ Hanya sebatas kisah ilusi, Terimakasih telah menikmati... ___________________ 🏆rank 1 in #sanskerta 1 in #antologi 1 in #bait 1 in #usai 1 in #prosa

More details
WpActionLinkContent Guidelines