Story cover for Bait Menembus Langit by CitraAjjhagent
Bait Menembus Langit
  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jan 27, 2021
Bait Menembus Langit adalah kumpulan puisi pola Alea yang ditulis oleh tim Alea dan anak-anak didik di kelas Alea. Puisi ini, hadir menambah kreasi baru dalam ilmu kepenulisan sastra. Jadi, sangat disayangkan bila tidak ada buku dalam pelukan kalian semua. Tetaplah semangat untuk berkarya."
Hening
Suara itu menghilang
Lenyap ditelan oleh kata perpisahan
Tiada lagi canda rayu yang syahdu
Tiada lagi tertawa bersama
Semua sirna
Musnah
Tiada lagi kisah
Cerita indah telah luluh lantah

Bait Menembus Langit "Team Alea" : • Muhammad Fatkhul A. • Menik Mulandari • Adzakiy • Citra Nurhajiah • Siti Mu'rifah • Sita Latifah Hanum • Fhatmawati Baharuddin • Nano Romansyah • Ernawati • Amin Al Amin • LL. Rose Antemas • Sutrisno Penadebu • Santri Mbelink • Alif Ikhwana • dr. Darmanelly, M.Kes • Ryan Cecx • Indah Sri Astining Asih • Mukhamad Amin • Hafidha Yunia Amanu • Siti Nurjannah • Pita Krisna • Sintia Devina • Noffy N.C. • Luluk Khodija • Ahmad Sutami • Meli Septriawati • Aluna Aksara • Moes Subulussalam • Sapruni Siwi • Dewi Sartika • Fayyas Zahra Iraniy •
All Rights Reserved
Sign up to add Bait Menembus Langit to your library and receive updates
or
#40guepedia
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG  cover
ANGKASARAYA cover
cinta dan kehilangan cover
Langit Yang Tak Lagi Biru cover
Langit Pemisah【END】[Sudah terbit] cover
Rain And Tears [Proses Revisi] cover
Setapak Hitam Putih ✔ (SUDAH TERBIT) cover
Dirgantara cover
Dimensi Angin Benua cover

LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG

15 parts Ongoing

Langit yang Tak Pernah Pulang Ketika langit bukan lagi tempat bernaung, tapi tempat berpulang. Angkasa Rayendra Mahatma tidak tumbuh dalam pelukan keluarga Cemara. Di usianya yang kedelapan, ia menyaksikan rumah tangga orang tuanya runtuh. Ibunya menjadi satu-satunya alasan ia bertahan, hingga takdir kembali merenggut-di usia dua puluh, ia kehilangan satu-satunya tempat pulang. Sejak saat itu, ia berjalan sendiri. Dengan luka yang membatu, dengan hati yang tak lagi percaya. Sosok yang dingin, cuek, dan tertutup. Tapi di balik semua itu, Angkasa menyimpan ketulusan yang jarang ditemui. Ia masih suka menolong diam-diam, memotret langit senja, dan menuliskan isi kepalanya dalam baris-baris rahasia yang tak pernah dipublikasikan. Ia tak percaya cinta lagi. Bukan karena tak ingin, tapi karena pernah dikhianati oleh yang paling ia percaya. Hingga suatu hari, sebuah DM sederhana dari seorang followers di Instagram-nya menjadi awal dari sesuatu yang tidak ia sangka. Seorang perempuan bernama Alya Nismara Pradipta-dengan tanya yang polos, dan perhatian yang pelan-pelan menyusup ke dalam retakan hatinya. Mampukah Angkasa belajar percaya kembali? Atau benarkah... langit memang tak pernah benar-benar pulang?