LACOER
  • WpView
    Reads 1,238
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Thu, Feb 4, 2021
"Eh kamu sudah bangun ya Sayang", ucap Riani kepada Ardan yang sedang berusaha membuka matanya perlahan. Ardan celingak - celinguk melihat ke sekitarnya dan ingatannya mulai kembali lagi. "Aku dimana ?" "Di rumah Ibu, kamu lupa ?" Ardan tidak sadarkan diri setelah meminum teh yang dibuat Ibu. sudah sehari semalam dia tak sadarkan diri. kepalanya terasa sakit dan telinganya berdengung. Ardan beranjak dari tidurnya, mulutnya mendekat ke telinga Riani sambil berkata, "Ibu sudah meracuni aku." pastikan untuk mengikuti seluruh chapter dari cerita LACOER karena selalu ada keterikatan yang tidak bisa dilepaskan berikut dengan konflik dan intrik yang menarik didalamnya. ------------------------------------------------------------------------------------- dukung penulis dengan memberikan Vote ⭐ di setiap chapter -------------------------------------------------------------------------------------
All Rights Reserved
#1
muslihat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secrets and Agreements
  • Dangerous [COMPLETED]
  • Mbak, I Love You (Tamat)
  • WEDDING VOWS
  • Apa itu Cinta Sejati2
  • THE S*X TAPE
  • STARTING TO GET OBSESSED
  • EX's (Completed)
  • Sleeping With My Boss

Young Adult. Menjalani kehidupan sebagai seorang lady escort, bukanlah pilihan yang diinginkan Jean. Semuanya ia lakukan demi melunasi hutang yang ditinggalkan oleh almarhum ayahnya. Tak ada seorang pun yang mengetahui pekerjaannya termasuk ibu dan Nala, sahabat baiknya serta Arkan, kekasihnya. Hingga suatu hari, Benzana, cowok yang terkenal dengan kenakalan serta otaknya yang mesum itu memergoki Jean saat sedang bekerja. Membuat Jean bingung. Benzana, cowok yang notabene kekasih Nala itu mengetahui rahasia terbesarnya. "Cukup turutin kemauan gue, maka rahasia lo akan aman," ujar Benzana sembari menyunggingkan senyum smirk. Jean menatap tajam ke arah Benzana. "Jangan main-main sama gue, Ben." Benzana mendengus pelan. Kemudian tertawa sinis. "Harusnya lo yang jangan main-main sama gue, Jean." Kemudian cowok itu berjalan meninggalkan Jean yang menatapnya dengan sorot mata berapi-api. Namun langkahnya terhenti. "Ngomong-ngomong, badan lo oke juga," ujarnya tanpa membalikkan badan lalu kembali melanjutkan langkahnya yang tertunda. Bangsat!

More details
WpActionLinkContent Guidelines