Dua Belas

Dua Belas

  • WpView
    Reads 134
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 20, 2021
WpInfo
Fanfic
Wanna One
Ryla Dwi Agnatha Siswi kelas 12 yang berhadapan dengan berbagai ujian, bertemu dengan Bae Jinyoung versi lokal yang rasanya manis tetapi sangat dingin juga kaku, Hanza Atha Wijaya. Awalnya hanya sekedar tahu hingga satu hari takdir menggariskan mereka membuat cerita bersama. Dan Ryla harus menanggung resikonya kerena telah berani jatuh yang pada Atha sudah mempunyai cerita yang dia sayangi. Menunggu atau Mengikhlaskan? Kalo diibaratkan lagu sih kita adalah rasa yang tepat diwaktu yang salah *kan ikut nyanyi kan pada hahahaha, canda rasa.
All Rights Reserved
#800
dingin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Antara Pagar dan Perasaan
  • Cool or Warm
  • (Not) A Dream School (On Going)
  • REYHAN
  • Married - guanlin✔️
  • GeVania [END]
  • The Cold Couple [END]
  • Always Be [END]

Arvino Reyhan Dirgantara - atau Ehan, dikenal sebagai cowok kalem, sedikit dingin, dan susah ditebak. Sementara Azalea Vianita Anjani - atau Aza, cewek ceria tapi gengsian, selalu punya jawaban sarkas untuk semua hal yang berbau romantis. Mereka duduk di kelas yang sama. Satu sekolah. Satu lingkungan. Bahkan... satu gang rumah. Hubungan mereka? Jauh dari kata akrab. Saling lempar pandangan malas tiap papasan. Saling sindir kalau disuruh kerja kelompok bareng. Dan saling tutup telinga soal gosip yang nyebar soal "cocok-cocokan" dari teman sekelas. Tapi segalanya berubah saat hujan turun deras di suatu sore, dan satu payung mempertemukan mereka di bawah langit abu-abu. Sedikit demi sedikit, percakapan yang awalnya dingin mulai menghangat. Tatapan yang awalnya biasa, jadi terasa beda. Masalahnya? Mereka terlalu gengsi untuk jujur soal perasaan masing-masing. Di antara pagar rumah yang hanya dibatasi semak kecil, dua hati diam-diam tumbuh rasa - meski belum siap untuk mengakuinya. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines