Segenggam Harapan dan Kebencian

Segenggam Harapan dan Kebencian

  • WpView
    Reads 243
  • WpVote
    Votes 115
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 15, 2021
[Budayakan Follow sebelum membaca] Cerita yang mengisahkan seseorang dilema dengan dua pilihan, antara harapan atau kebencian yang ada di dalam dirinya hingga membuat ia harus terpaksa memutuskan satu pilihan yang pada akhirnya kedua pilihan tersebut tetap membuatnya kehilangan orang yang amat ia cintai. Cerita ini memuat motivasi untuk siapapun yang memiliki rasa dilema antara dua pilihan yang sulit dalan hidup.
All Rights Reserved
#30
kesalahpahaman
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]
  • 𝑴𝒆𝒏𝒄𝒊𝒏𝒕𝒂𝒊𝒎𝒖, 𝑳𝒖𝒌𝒂 𝑩𝒂𝒈𝒊𝒌𝒖✓
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • Go Not Coming Back (END)
  • Dear Kamu : My One and Only Crush On My Life
  • Everything Between Us (ON GOING)
  • MEMBUKA LEMBARAN BARU
  • MOVE ON

[ Noyaa Min ] Kemarin, kemarin, dan kemarin lagi, aku mencintai seseorang. Tetapi, hatiku salah memilih, dia memiliki pasangan yang mungkin tak dapat aku pisahkan, aku hanya akan menyakiti seseorang. Rasa ini terus aku pendam, tak akan pernah ada maksud untuk diungkapkan, rasanya salah sekali. Sungguh menyakitkan diam seperti ini, menyaksikan seseorang yang aku cintai bercanda gurau bersama dengan kekasihnya, temanku sendiri. Dia selalu menusuk hatiku dengan bunga setiap harinya, bukan soal cinta, tapi apa yang selalu ia katakan membuat aku jatuh cinta. Aku tak pantas bersamanya, apalagi memilikinya, pikiranku bilang pada hatiku 'bahwa dia terlalu sempurna' ini membuat aku berubah, sakit sekali. Sesekali aku menatapnya, gaya bicara yang selalu membuatku semangat, sempurna menurutku, ah-begitulah. Kembali, hatiku merasa bersalah saat aku melihat ia bersama kekasihnya yang datang tiba-tiba dan memeluknya dari belakang. Ah-aku selalu mengharapkan hal yang mustahil, semoga saja dia bisa menjadi milikku, tanpa aku harus menyakiti orang lain. Saat ini, aku masih saja menunggu, menunggu kapan ia bisa aku miliki, seutuhnya. _____________________✷______________________ [ Feeling ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines