Letisia Ronova adalah Putri dari Permaisuri Theodora Ronova. Namun setelah kepergian sang Kaisar, Permaisuri Theodora merasa sangat terpukul. Teringat lagi saat itu usia Letisia masih berusia 9 bulan. Namun akibat rasa duka yang mendalam di tambah rasa di khianati karena terpaksa membesarkan anak dan menjalankan kekaisaran sendirian membuat Permaisuri Theodora membenci sang Kaisar dan Letisia akibat rupanya yang selalu mengingatkan dirinya kepada sang Kaisar yang telah meninggalkannya dengan beban kehidupan dan hati yang hancur. Akibah hal tersebut Letisia di besarkan tanpa figur orang tua. Selama sistem kekuasaan di pegang oleh Permaisuri, sistem pemerintahan monarki sangatlah ketat. Permaisuri memerintah kekaisaran dengan hati yang dingin seperti seorang tyrant. tiada belas kasih maupun kesempatan bagi mereka yang bersalah. Terutama untuk Letisia, sejak dini ia sudah hidup dengan peraturan yang ketat dan kesalahan sekecil apapun akan membawanya kepada hukuman yang berat. Sampai suatu hari, sang Permaisuri memerintahkan hukuman mati kepada Letisia pada usianya yang masih tergolong muda hanya karena ia melanggar peraturan dari Permaisuri yang telah di tetapkan untuknya. Hanya karena rasa benci dan sakit hati sampai Permaisuri Theodora tega membunuh putrinya sendiri. Ketika hukuman pancung di laksanakan, Letisia sudah mengira itulah akhir hidupnya. Namun, yang tak di sangka ia malah kembali di hari dimana ia masih berusia 5 tahun. mungkin tuhan merasa ibah kepadanya sehingga ia di beri kesempatan hidup untuk yang ke dua kalinya. namun, apakah ia dapat mengubah takdir dan menakhlukkan hati sang Permaisuri yang dingin untuk mencegah semuanya sebelum terulang kembali?
Meer details