Ini (Bukan) Perjodohan |TAMAT|

Ini (Bukan) Perjodohan |TAMAT|

  • WpView
    LETTURE 2,975
  • WpVote
    Voti 325
  • WpPart
    Parti 35
WpMetadataReadCompleta mar, dic 21, 2021
HARAP JAGA KEWARASAN DAN DILARANG KETAWA SAAT MEMBACA! * Bismilllah. Sebelum membaca, alangkah baiknya teman-teman follow akun saya dulu, ya. 🌹🌷🌹 Teror demi teror datang mengusik rumah tangga Zevan dan Mola yang tergolong masih seusia jagung. Pasangan belia itu terpaksa harus menikmati segala keadaan mencekam yang mengancam pernikahan mereka. Terakhir, sebuah penculikan yang menimbulkan pertumpahan darah pun turut hadir, akankah keduanya mampu bertahan? Atau kehancuran yang akan mereka tuai? "Mari kita mulai permainan ini. Saya akan mengajarkanmu apa arti penyesalan yang sebenarnya." 🍋 🍉 🍋 🍉 Cover by google. * Jangan lupa vote dan komen, yak. Biar rame ini lapak saya. Makasih banyak udah mau baca cerita gaje ini 😉 Makasih banyak pokoknye Astagfirullah. Dahlah, aku pamit. Pai ⏳ Start : 15 Januari 2021 ⏳ Finish : 26 Februari 2021 🎈 Highest Rank🎈 #1 kecoa (26/02/2021) #2 mola (07/04/2021)
Tutti i diritti riservati
#208
pandanganpertama
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Hello, Future!
  • 𝐏𝐀𝐓𝐍𝐄𝐑 𝐈𝐍 𝐋𝐎𝐕𝐄 (END)
  • ZEVLI (K&Q Of Mafia)
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • ARGA [TAMAT]
  • ZEVAN
  • MY BEST ENEMY ( End )
  • KIARA [End]
  • ARLETA [hiatus sementara]
  • SWEET LOVE - Romantic Comedy

Rank #5 - roman (26 Feb 2021) Rank #3 - acak (15 Maret 2021) Rank #2 - fiksiumum (11 April 2021) "Assalamualai...." Salamnya terputus ketika netranya menangkap sosok yang membuka pintu ternyata bukan pemilik rumah. "Assalamualaikum." Ujarnya mengulang salam. Laki-laki di depannya mengernyit bingung. "Kamu siapa?" Tanya laki-laki tersebut sambil memastikan sesuatu ke arah gerbang. "Saya Melva Laksamana, Om." Jawabnya mantap. Gadis yang bernama Melva tersebut mengikuti arah pandang laki-laki di depannya ke arah gerbang. "Saya nggak tanya nama kamu. Saya tanya siapa kamu?" Mendengar pertanyaan sarkas tersebut Melva menyengir lebar, sadar kesalahannya. Tapi bukankah itu jawaban umum dengan menyebutkan nama untuk menjawab pertanyaan siapa kamu? Ah sudahlah. Lebih baik ia segera menjawab. "Saya orang, Om." Jawabnya akhirnya. "Om nyari apa?" Tanya Melva kemudian karena atensi laki-laki di depannya masih menelisik gerbang di sana. Laki-laki itu baru memperhatikan gadis di depannya ini. "Kok kamu bisa masuk? Kamu mau nyari sumbangan, kan? Kamu salah alamat." Tuding laki-laki tersebut. Melva bengong mendengar tuduhan tak berdasar yang di ajukan kepadanya. Ternyata dari tadi laki-laki di depannya memastikan keberadaan Mang Jaya, satpamnya, karena kenapa Melva bisa masuk. "Saya bukan meminta sumbangan, Om. Saya ke sini mau jemput rejeki." Tuturnya. "...." Baru saja laki-laki tersebut akan menjawab. Namun suaran lain dari dalam rumah tersebut lebih dulu menyela.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti