The Shadow and Ego

The Shadow and Ego

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Aug 1, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Kau tak kan bisa lari terlalu jauh, wajahmu sudah terukir rapi di otak ku" ucap AR sambil menggoyangkan gelas ditangannya. "Cari informasi gadis itu, dan pastikan semua harus detail tanpa ada yang terselip sedikit pun" dengan senyum smirk nya yang tampak menakutkan AR memerintah pada Adam asisten kepercayaannya. "Baik tuan ku" jawab Adam membungkukkan sedikit badannya. Dilain sisi gadis yang memakai seragam wiater berlari menuntun 2 anak kecil. karena berlari memakai rok, rok gadis itu pun sedikit robek di sisi lutut kanannya. Gadis itu berlari cukup lama ia pun menoleh kebelakang dan rasanya sudah cukup aman. "Apa kalian tidak apa? " tanya disa dengan nafas terengah-engah. belum sempat menjawab 2 anak itu menangis, dengan kebaikan hati disa pun menenangkan mereka. "Tenanglah, kalian sudah aman bersama kakak" ucap disa dengan senyum manis.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SAMSARA LOKA [END]
  • YOUNG CEO AND BAD GIRL
  • Ghost And Love || Park Jisung and Ningning aespa
  • Don't hate me || Jeno Jaemin [END]
  • Dancing for the Star [TAMAT]
  • Je t'aime |Noren |Nomin|
  • Love in Difference
  • Sergio | Haechan
  • 𝐋𝐢𝐤𝐞 𝐀 𝐅𝐨𝐨𝐥 [𝐓𝐖𝐈𝐂𝐄] ✓

Manusia tak akan pernah bisa mengendalikan takdir. Sejauh apapun seseorang berlari, takdir pasti selalu datang menemui tuannya. Sangat menyakitkan bila itu takdir buruk. Tak mudah untuk Ikhlas, tapi harus tetap mencobanya - Maharani Adhisti - **** Seseorang mendekapku dari belakang. Aku ingin meronta, tapi Aku tak berdaya. Aku melirik ke kiri. Gara terpaku di tempatnya. Gara. Ingin sekali Aku memanggilnya. Aku ingin berlari ke arahnya, namun seseorang itu semakin erat mendekapku. Aku tak bisa bergerak. Diam tepaku dalam pelukannya. "Gara, please help me!" kataku dalam hati. Aku menutup mata. Seperti dalam sebuah ruangan yang gelap. Tubuhku mendadak kedinginan. Tak kurasakan lagi pelukan itu. Panji sudah pergi, barangkali. Aku menelan ludah. Kabut asap tersibak di kanan kiri. Aku melewatinya pelan-pelan. Seperti masuk ke dalam mesin waktu, tiba-tiba Gara ada di depanku. Kini taman itu telah berubah menjadi kamar. Pria itu sedang duduk di sebuah dipan. Menatapku dengan sorot matanya yang tajam. Kami saling memandang. Saling menatap. Saling menyelami mata masing-masing. "Rani...." panggilnya. "Hmm?" responku. "Sebenarnya Aku juga menyukaimu, tapi cuma setengah-setengah. Jadi, jangan terlalu berharap padaku" ungkapnya. Aku melotot seketika. Apakah aku tak salah dengar? ***** Rani terjebak dalam cinta segitiga, namun ia tak bisa memilih salah satunya. Rani menyukai Gara, tapi Panji selalu meratukannya. Haruskah Rani melukai perasaan salah satunya? Ataukah ia memilih untuk terluka bersama keduanya? Penasaran? Let's Reading Soon🔥🔥

More details
WpActionLinkContent Guidelines