Dear Erlangga

Dear Erlangga

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Thu, Jan 28, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
waktu terus berlalu, semua sudah nampak biasa bagi seorang Erlangga, sepeti malam ini yang dia habiskan dengan berdiri memandangi bintang yg sama sekali tidak terlihat,pikiran nya sedang benar benar kosong,pandangan mata yang pokus ke satu arah membuat dirinya sedikit nyaman. tak lama dering telepon terdegar membuat Erlangga sedikit terkejut ,kemudian dengan segera ia mengambil handphone dan membuka sebuah pesan yang ternyata dari Tiara Tiara "Erlangga ayok kita saling menjauh" Erlangga "maksud kamu apa? kamu kenapa engga konsisten gini" Tiara "aku mohon Angga" Erlangga "kamu yakin dengan semua ini? Tiara "iyaaa " Erlangga "baiklah,ada kata kata terakhir" Tiara "tidak ada"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Eternal Moon [ End ✔️]
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • HALOALKANA
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • Surat Terakhir
  • AMERTA : The Last Embrace
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • antara cinta dan saudara

Wulan mendekat, penasaran. Bintang mengeluarkan sebuah gelang anyaman dari kantong celananya. "Ini buat kamu. Supaya kita selalu jadi sahabat selamanya." Wulan tertegun sejenak, lalu tersenyum. "Sahabat selamanya?" Bintang mengangguk yakin. _________________________________ _________________________________ "Kehilangan mengajarkanku arti kehadiran. Tapi kehadiran yang tak pernah pergi, mengajarkanku arti pulang. Dan pada akhirnya, bukan tentang siapa yang kembali-melainkan siapa yang sejak awal tak pernah benar-benar pergi." __________________________________________________________________ "Lucu ya? Saat akhirnya kupikir aku bisa bernapas lega, dunia malah menertawakan aku. Seolah berkata, 'Jangan senang dulu, aku belum selesai menghancurkanmu.'" - Wulan Salsabila. __________________________________________________________________ "Orang yang paling keras kepala bukan orang yang tidak mau mendengarkan perkataan orang lain. Tapi dia yang tahu dirinya hancur, tahu dirinya butuh bantuan, tapi tetap saja milih buat menyimpan semuanya sendiri." -Raka Aditya. __________________________________________________________________ "Lan, kalau aku adalah bintang indahmu, maka kamu adalah bulanku-seseorang yang memberiku cahaya bahkan di malam-malam tergelap. Kamu adalah ketenangan, kehangatan, kehadiran yang membuat segalanya terasa aman dan indah. Bahkan ketika bintang-bintang mulai redup, bulan tetap bertahan, bersinar dengan tenang. Jadi, jika kamu memanggilku bintang indahmu, maka aku akan memanggilmu bulan abadiku-seseorang yang tetap tinggal, seseorang yang selalu bersinar di langitku." -Bintang Pradipta. __________________________________________________________________ "Dari janji persahabatan di bawah pohon rindang SD, hingga langkah-langkah berat di SMA-kapan persahabatan berubah menjadi sesuatu yang lebih rumit?" PERHATIAN‼️ Cerita ini murni ide author tanpa menjiplak karya siapapun enjoy~♡

More details
WpActionLinkContent Guidelines