We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
The Rhythm of Lullaby(END)

The Rhythm of Lullaby(END)

  • WpView
    Reads 163
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadComplete Tue, May 4, 2021
WpInfo
Fiction
Horror
"Lagi-lagi alunan musik klasik itu!" Charlotte Clauss, kehidupan gadis itu terasa kacau setelah kematian ibunya. Dan sekarang ia harus tinggal bersama ibu tirinya yang tak bisa diandalkan selama ayahnya pergi. Sementara itu, Roy Ishmburg, seorang laki-laki teman sekelas Charlotte, selalu mengganggunya. Seolah Roy Ishmburg tak menerima kehadiran gadis itu di sekolahnya. Satu-satunya teman yang ia miliki pun, Samuel Hicklin, kini memiliki kekasih sehingga Charlotte tak lagi dapat menghabiskan banyak waktu bersama Samuel. Pada suatu malam, gadis itu melarikan diri dari rumahnya hingga akhirnya ia menemukan sebuah danau yang membawanya ke suatu tempat lain dimana nantinya ia bertemu dua orang gadis kecil. Dan mulai dari itulah kehidupan Charlotte berubah. Alunan musik klasik pengantar tidur entah mengapa selalu terdengar dimanapun ia berada. Belum lagi, kini ia bertemu berbagai macam arwah yang mengatakan suatu hal aneh padanya. Ada peri lain di balik cerita ini....
All Rights Reserved
#622
witch
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pangeran Kegelapan
  • Arsya & Aruna
  • Crazy Without You
  • Assalamu'alaikum Paris 2 [ End ]
  • The Miracle Of Crystals
  • {𝐄𝐍𝐃}Catatan Teman yang Sudah Mati
  • Alsea

Malam semakin larut, namun tidur menjadi hal yang mustahil bagi Mael. Setiap kali dia memejamkan mata, dunia di sekitarnya seakan berubah. Suara gemerisik dari sudut-sudut ruangan, desahan napas yang tidak berasal dari dirinya, dan bayangan-bayangan yang menari di balik tirai gelap kamarnya membuat dadanya terasa semakin sesak. Saat dia berbalik untuk kesekian kalinya di tempat tidur, suara itu kembali muncul-seperti bisikan yang tertiup dari balik dinding, rendah dan penuh kekuatan. "Mael... Kau tidak bisa lari..." Dia terlonjak bangun, matanya terbuka lebar, jantungnya berdetak keras. Ruangan itu sunyi. Terlalu sunyi. Dia duduk di tempat tidur, menarik napas dalam-dalam dan berusaha meredakan gemuruh di dadanya. Bisikan itu, suara yang sama dengan yang ia dengar di perpustakaan, menghantuinya lagi. Pikiran Mael kacau. Apakah ini nyata? Ataukah dia sudah kehilangan akal? Sejak mimpi itu, dunianya berubah menjadi labirin ketakutan yang tak bisa dia pahami. Mata Mael bergerak ke sudut kamar, ke arah bayangan yang terasa lebih pekat daripada biasanya. Di sana, samar-samar, dia melihat sesuatu. Sesosok tubuh samar yang menyatu dengan kegelapan. Tubuh itu bergerak perlahan, semakin dekat, seperti makhluk yang merayap dari kedalaman mimpi buruknya. "Siapa kau?" Mael berbisik, meskipun dia tahu tak ada jawaban.

More details
WpActionLinkContent Guidelines