ALMA
  • WpView
    Reads 3,111
  • WpVote
    Votes 2,357
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadComplete Wed, Mar 24, 2021
Tidak ada anak yang ingin orang tuanya menjadi seorang pejudi dan ibu yang kerjanya cuman menghabiskan uang saja. Namun seorang gadis kecil yang sejak lahir mengalami kehidupannya ini. Hidupnya yang tak pernah merasakan bahagia bersama orang tua. Air mata yang selalu dibendung dipelupuk matanya setiap kali, dan hati yang selalu merasa tersobek oleh kata-katanya. Lantas bagaimana cara gadis kecil itu menghadapi semua itu?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secret Melody of Love
  • Let Me Love You Longer
  • Waktu?
  • Cerita Dalam Penantianku (End)
  • Menyerah atau Bertahan?
  • To Heal
  • Naura & Lukanya

Ada yang mengatakan, "Bila lelah maka beristirahatlah meski hanya sejenak." Itulah yang Adira cari. Pelarian dari hiruk pikuk jiwa yang gundah, ke kota penuh kenangan akan sang nenek. Namun, agaknya perjalanan ini tak hanya Adira yang menentukan kemana kemudi akan berjalan. Semesta, dengan benang takdirnya yang rumit, tampaknya turut andil dalam perjalanan ini. *** Di kota Kembang, ia bertemu Sada yang Adira ketahui sebagai cucu dari sahabat kakeknya. Begitu mudah hati yang lelah itu jatuh, Adira sekali lagi mempertanyakan "Akankah keindahan yang singgah ini terbalas?" Tak disangka nyatanya cinta itu tak hanya Adira rasakan sendiri, Sada ternyata telah lama menyimpan rasa untuknya. Namun, semua itu menjadi semakin pelik mana kala sebuah takdir yang tersembunyi perlahan terkuak, mengancam untuk menghancurkan segalanya. *** Cinta tak mudah untuk diredam, meskipun kita saling menghancurkan. Ia tetap utuh, dengan dingin tak tersentuh. "Please don't go, come back to me."

More details
WpActionLinkContent Guidelines