Caraphernelia

Caraphernelia

  • WpView
    GELESEN 24
  • WpVote
    Stimmen 3
  • WpPart
    Teile 3
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Sa., Nov. 27, 2021
WpInfo
Belletristik
Romantik
Manusia hanya bisa berencana, namun untuk hasilnya hanya Tuhan yang bisa menentukan, dan pada akhirnya kita hanya bisa mempercayai takdir. Kita tidak akan tau akhir dari cerita hidup kita. Dengan siapa kita nantinya itu hanya sebuah misteri dikehidupan kita. Untukmu, apa kau tau jika hati ini telah memilihmu? Bahkan hati ini pun telah nyaman denganmu. Namun kau tau kan, aku tidak bisa berbuat apa-apa, akupun tidak boleh berharap lebih untuk mengharapkan dirimu. Karena semakin berharap hati ini semakin sakit. Lantas bagaimana aku sekarang? Aku akan mengikuti alur takdirnya, kemana takdir akan membawaku berlabuh. Aku akan selalu mencintaimu, menyukaimu dan menyayangimu. Namun, aku tidak mengharapkanmu menjadi milikku ataupun berharap kau membalas rasaku. Biarlah semuanya mengalir seperti air. Aku yakin ada hal indah yang telah dipersiapkan untukku dititik terbaik takdir hidupku nanti. Sampai bertemu di akhir kisah yang menyakitkan dan membahagiakan ini.
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Memories in Moon
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • M E M O R Y  (On Going)
  • Cahaya Dirimu
  • Full Of Scratches
  • The Love Story" Kurus & Mancung"
  • UNREQUITED LOVE
  • We're destined to met, not to united.
  • Jejak Waktu [Complete]

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien