Elaine
  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, Jan 29, 2021
Kecemburuan itu kini tergambar begitu jelas di mataku. Aku melihatnya memeluk lelaki itu, lelaki yang baru saja datang dan mengancamku. Ia memeluk Elaine di malam itu, dan menyeka air matanya menggantikanku. Elaine memang begitu terpuruk kala itu. Ia gagal mencapai impiannya untuk memasuki universitas impian kami. Ia berjalan menelusuri lorong kost-kostannya sambil menitikkan air mata. Pemuda itu bahkan mengantarnya sampai depan pintu kamarnya. Hal yang tak pernah aku lakukan sebelumnya. Kecemburuanku benar-benar memuncak. Tanpa lagi mementingkan keadaan dan penjelasan dari Mentariku, aku meraih sebuah belati yang selalu terselip di dinding dapur kamar Elaine . Aku mencabutnya dengan penuh amarah dan melayangkan belati itu ke arah lelaki itu tanpa pikir panjang. Namun Elaine dengan kebodohan yang tertanam di dalam dirinya, ia menyelaku dan membuat belati menghujam tepat di jantungnya. Akulah yang membunuhnya....
All Rights Reserved
#542
penyesalan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menikah Dengan Mantan? (END)
  • Boyfriend
  • MY Expectation (FINISH)
  • Rasya Vs Rasyid [END]
  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI
  • Menanti
  • Story Of You
  • Diary Of Rain [END]
  • Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going]

Seorang pria berpakaian jas rapi, Zavareska Putra Andrian (Zavar), duduk di kursi kerjanya. Tatapannya tertuju pada foto seorang wanita cantik di atas mejanya. Foto itu menunjukkan Aglea Anindya Permata Putri (Anin), wanita yang tak henti dia cintai. Zavar mengusap air matanya yang tiba-tiba jatuh. "Anin, aku harap kita bisa bertemu lagi. Aku akan menebus kesalahanku. Kumohon kembalilah padaku," gumamnya lirih. Tiba-tiba, ketukan di pintu mengalihkan perhatiannya. "Silakan masuk," ucapnya. Pintu terbuka, dan seorang wanita dengan pakaian rapi berdiri di ambang pintu. "Selamat pagi, Pak. Saya Aglea Anindya Permata Putri. Saya diutus oleh Papa saya, Bayu Bramasta, untuk menemui Bapak," ucapnya dengan suara yang gemetar. Jantung Zavar berdetak kencang. Mungkinkah ini Anin? Ia segera berbalik dan menatap wanita itu. Benar saja, itu Anin! Zavar tersenyum bahagia, namun Anin tampak terkejut dan ketakutan. "Anin, ini kamu?" tanya Zavar sambil berjalan mendekatinya. Anin mundur beberapa langkah. Matanya berkaca-kaca, penuh kebencian dan kesedihan. "Maafkan kesalahanku, Nin," Zavar memohon. Anin menggelengkan kepalanya. "Aku tidak bisa memaafkanmu," ucapnya pelan. Ternyata, Anin tidak mengetahui bahwa Zavar adalah pria yang dijodohkan oleh ayahnya. Anin merasa dikhianati dan kecewa. Ia pun berlari keluar ruangan, meninggalkan Zavar yang terluka dan penuh penyesalan. Zavar terduduk di kursinya, hatinya terasa hancur. "Apakah aku tidak pantas mendapatkan kebahagiaan?" tanyanya pada diri sendiri. Aglea Anindya Permata Putri adalah cinta pertama dan terakhirnya. Ia tak tahu apakah dia akan pernah bisa mendapatkan cintanya kembali.

More details
WpActionLinkContent Guidelines