Payung Asmara Bandungan Semarang

Payung Asmara Bandungan Semarang

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 29, 2021
Akhirnya aku bisa mengatakan cintaku kepada seorang Wanita yang sudah aku nanti-nantikan semenjak duduk dibangku SMA. Kali ini aku mengungkapkan rasa yang sudah kupendam selama ini Di Bantir Hills, Bandungan, Kabupaten Semarang. Pertemuan karena saling suka dengan Alam, alasan itulah aku bisa memilih tempat itu sebagai sesi pemotretan Pre-weddingku dengannya. Sedikit menoleh menghadap senja yang ditemani pula luasnya hamparan kebun teh. Tersadar perjuanganku dengannya tidaklah gampang, tidak seperti membalikkan tangan. Terhanyut dalam batin, ada yang menepuk bahu kiriku. Dialah calon Istriku. Namanya Ayu Widi Lestari, anak konglomerat pendiri perusahaan property di Semarang, kini jatuh cinta denganku seorang Dosen di suatu universitas ternama yang ada di Semarang. "Mas, ayo ke tempat tadi ditungguin sama fotografer, cepet gih!". "Ya, aku ke sana sayang!" Timpalku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mencari Cahaya di Bandung [ Written By Casha ]
  • Bandung, Aku, dan Cinta yang Tak Tuntas
  • Tetaplah Bersamaku🌹 (pending sesaat)
  • Jangan Bermain Cinta dengan Mapala
  • Senandung di Kota Bandung
  • SAMA
  • Cinta yang Tak Dibagi, Tapi Dimiliki Bersama
  • Cinta Untuk INDAH
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • MY BOYFRIEND IS MY HUSBAND

SINOPSIS - MENCARI CAHAYA DI BANDUNG "Kadang, untuk menemukan cahaya... seseorang harus terlebih dahulu tersesat di dalam kabut." Cahaya, gadis asal Semarang yang selalu hidup dalam ritme tenang, mendadak harus menghadapi banyak perubahan dalam hidupnya. Ia diterima di ITB, jurusan Arsitektur-kampus impiannya yang berada jauh di utara, di kota Bandung. Beruntungnya, kedua orang tuanya juga berpindah tugas ke kota yang sama. Tapi kenyataan tak semudah impian. Bandung ternyata bukan kota yang langsung ramah. Dingin, asing, dan penuh tekanan, terutama di dunia kampus yang keras dan kompetitif. Cahaya berusaha menemukan tempatnya sendiri di tengah arus tugas dan wajah-wajah baru. Tanpa kacamata dan dengan rambut panjang yang selalu dibiarkan tergerai, ia tampak percaya diri dari luar-namun di dalam, ia terus bertanya: apakah ini benar-benar tempatku? Di sinilah Cahaya perlahan mulai menemukan jawaban. Lewat sore-sore hujan di studio gambar, tawa lembut dari teman-teman seperjuangan, dan kehadiran Mahesa-pemuda diam-diam hangat yang sering muncul di saat-saat paling tidak terduga-Cahaya menemukan makna baru tentang rumah, mimpi, dan jati diri. Mencari Cahaya di Bandung bukan sekadar kisah seorang gadis yang merantau. Ini adalah perjalanan menemukan keberanian untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri... dan mungkin, menemukan cinta yang tumbuh perlahan di antara malam-malam lembur dan langit Bandung yang sendu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines