My Dandelion-Na Jaemin

My Dandelion-Na Jaemin

  • WpView
    Reads 1,897
  • WpVote
    Votes 357
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 16, 2021
"Emangnya lo siapa berani ngomong gitu sama gue? Jangan mentang-mentang selama ini gue nanggepin lo, lo jadi ngelunjak. Dan berhenti bilang suka sama gue atau ngikutin gue" itu kalimat terpanjang yang keluar dari mulut Nazril sejauh ini. Pengen banget gue ngomong 'gue kan cuma suka sama lo, ga maksa lo harus suka balik dan selalu respon gue' tapi gak bisa, soalnya gue sadar selama ini emang gue selalu maksa. Gue senyum tipis "Gue emang bukan siapa-siapa, gue ngomong gini karena emang gue gak mau lo kaya gue, jadi orang egois yang sembunyi di balik kata sedih. Lo beruntung tau, Juni masih bisa balik lagi" gue kasih jeda terus nadahin kepala, gue gak mau nangis cuma gara-gara ini, jujur sedih banget denger Nazril ngomong gitu. "Pokonya jangan sia-siain orang yang peduli sama lo, hargai selagi ada Na" gue mutusin buat pergi. Pergi dan berhenti ngejar sesuatu yang gak mau gue kejar. Ini cerita sengaja di up nya langsung belasan part karena emang tadinya mau di simpen di draf sampe tamat, tapi udah pengen di up. On going. 20 April 2021. Up semampunya.
All Rights Reserved
#55
ryunjin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • USAHA
  • GEVRONZ
  • SATU RAGA SERIBU LUKA |
  • GALAK : JAEMREN [✔]
  • NCT JAEMIN REGANTARA💚 (END)
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • Hurt ; Han Seungwoo ( END )
  • S1 Transmigrasi NOMIN‼️

"Gala.." lirih gadis itu yang kini menatap nanar ke arah laki-laki disampingnya. "Kenapa hem?" Tanya nya kemudian, satu tangannya terangkat mengusak rambut hitam itu yang dibiarkan tergerai. Cantik, sangat cantik. "Papah.." Gadis tersebut berhenti sejenak, tak kuat melanjutkan kalimatnya tatkala suara isakan lolos begitu saja dari kedua belah bibirnya. Hatinya gundah. "Papah mau nikah Gal, gue takut-" "Gue takut papa gak sayang lagi sama gue. Gue gak bisa." Tangisnya pecah, takut, sebelumnya ia tidak pernah merasakan ketakutan seperti ini. Ia sungguh tidak bisa walaupun hanya untuk sekedar membayangkan bagian terburuknya. Laki-laki disampungnya hanya bungkam. Tak pandai mengucapkan kalimat-kalimat menenangkan direngkuhnya tubuh itu kedalam dekapannya. Dipeluknya erat, seolah-olah mengatakan bahwa gadis itu akan baik-baik saja. "Dengerin gue, kalaupun itu terjadi. Lo masih punya gue. Rumah kedua lo. Orang yang akan selalu ada disamping lo." -------------- "Gala....tolong jangan tinggalin gue." Mohon Renja. Kedua air matanya kian berderai ketika Gala justru malah bangkit berdiri dari duduknya. "Maaf Ren, gue gak bisa. Dia butuh gue." Ucapnya dan segera bergegas pergi. Meninggalkan Renja sendirian yang kian menganga lukanya dan sama membutuhkannya. Atau bahkan sangat membutuhkannya. Dan untuk yang kesekian kalinya ia ditinggalkan oleh orang-orang tersayangnya. Nyatanya manusia itu berubah. Ia menyesal karena pernah begitu percaya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines