MY GIRLFRIEND SECRET ( On going )

MY GIRLFRIEND SECRET ( On going )

  • WpView
    GELESEN 83
  • WpVote
    Stimmen 9
  • WpPart
    Teile 3
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Fr., Juni 18, 2021
WpInfo
Belletristik
Romantik
akankah aqila bersatu kembali dengan cinta Pertamanya yang dulu sempat kandas? Apakah aqila mau menerima cintanya kembali atau menyukai sahabatnya dari London. "C-cinta, H-haa?!" Bentak Gadis itu "Iyah, kasih gw kesempatan yang ke dua" Ucap pemuda itu. "Hahahahha, Cihh. Gw ogah ngasi lu kesempatan ke dua, lu ga sadar? Kalau lu udah nyakitin gw lebih dari apapun" sentak gadis itu sambil menahan air matanya. "G-gw minta maaf, Gw akui Gue salah" Sesal Pemuda tampan itu. "Gw udah maafin lo, tapi. Gw gak mau balikan sama lo, Camkan itu!!!" Sahut gadis itu dengan tatapan penuh amarah. Yukk, baca sampai partnya selesai, pasti bakalan seru, dan bikin greget
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI
  • tentang sebuah rasa
  • Lost in Reverie [Moqeel]
  • Cuek VS Cerewet || Syaqeel [ END - PROSES REVISI ]
  • Believe
  • Aku & Kamu Kita
  • Antara Cinta dan Persahabatan
  • CINTA DALAM KELABU
  • Aksara & Allegra [REVISI]

SELESAI REVISI | CERITA SELESAI | PART LENGKAP --- "Damar! Lepasin aku!" "Fabian itu siapa, hah?! Kenapa kau akrab banget sama dia?!" "Dia cuma teman, Damar! Lepasin aku!" "Cuma teman?! Kau pikir aku bodoh?!" "Da-Damar... Apa yang kau lakukan?!" Namun Damar sudah tenggelam dalam emosinya. Jemarinya merobek paksa kancing kemeja gadis itu, satu per satu kancingnya beterbangan ke lantai. "Jangan! Damar, tolong!" Air mata Chelsie mengalir, tapi tangannya tak mampu menahan dorongan kasar lelaki itu. Semua terjadi begitu cepat. Suara gesekan kain, tubuh yang meronta, air mata yang mengalir tanpa henti. Dan akhirnya... semuanya hancur. Keheningan yang menyesakkan memenuhi ruangan setelah semuanya berakhir. Nafas Damar masih terengah, tubuhnya kaku, jari-jarinya masih mencengkeram sprei yang berantakan. Baru saat itu ia sadar... apa yang baru saja ia lakukan? Di depannya, Chelsie terdiam dengan tatapan kosong. Roknya sudah tersingkap, kemejanya terbuka berantakan, dalamannya entah ke mana. Air mata terus mengalir, membasahi pipinya yang pucat. Damar menatap tangannya sendiri, seolah baru sadar bahwa jemari itulah yang telah merusak segalanya. Ia mencoba mendekat, tapi Chelsie tiba-tiba menjerit dan melempar benda apa pun yang ada di dekatnya-bantal, gelas, bahkan jam meja yang nyaris mengenai kepala Damar. "Pergi! Jangan sentuh aku! Dasar monster!" Suaranya pecah dalam raungan penuh kebencian dan luka.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien