336 Fantastic Hours

336 Fantastic Hours

  • WpView
    Reads 289
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 24, 2021
Raniesha memesan coffe hangat tanpa gula kesukaan kak Alice, entah kenapa Kak Alice menyukai coffe tanpa gula. Mungkin karena kehidupan Kak Alice terlalu manis makanya dia suka coffe tanpa gula mencari sensasi lain untuk merasakan pahitnya kehidupan. Raniesha hanya membawakan satu gelas coffe hangat tanpa gula. Gadis itu belum ingin memesan apa-apa untuk dirinya. Padahal kalau dilihat didaftar menu banyak sekali berbagai jenis minuman bukan beragam Aneka coffe saja. Raniesha segera berjalan menuju tempat Kakaknya. Namun ia harus melewati tempat duduk Devano dan Nila terlebih dahulu. Entah mengapa Raniesha tidak menyukai pemandangan seperti sekarang yang ia lihat. Saat didekat meja Devano tiba-tiba Raniesha menyandung salah satu kaki seorang pelanggan lain. Sehingga membuat gadis itu terjatuh dan coffe hangat yang ia bawa jatuh keatas belanjaan Devano dan Nila yang sepertinya berisi boneka. "Shit!". Devano menggeram, rahangnya mengeras. Dan Raniesha menyadari itu dan gadis itu segera bangun. "Iya-iya sorry, besok gue ganti boneka nya." Raniesha sambil membersihkan sedikit coffe yang terkena tangan nya. Devano segera bangkit dari duduknya dan menghampiri Raniesha. Sambil melihat tangan gadis itu yang terkena tumpahan coffe hangat barusan. "Lo tuh ya CEROBOH banget sih!" Omel Devano. "Kan tadi udah gue bilang! Iya nanti boneka nya gue ganti. Gue beliin yang baru kok! Lo tenang aja" balas Raniesha sambil meniup-niup tangan nya yang sedikit terasa perih dan kulit nya sedikit melepuh. "Astaga. Bukan itu, nih liat tangan Lo jadi kena kan!" Devano meniup-niup kecil tangan Raniesha yang kulitnya melepuh karena terkena tumpahan. Raniesha langsung menatap wajah Devano yang terlihat khawatir. Tanpa henti Raniesha terus saja mengagumi ciptaan Tuhan satu ini. Padahal sudah sering ia melihat Devano tapi tetap saja kekaguman itu selalu muncul lagi dan lagi.
All Rights Reserved
#36
cintabersemi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • She is fake nerd?✔(Proses Revisi)
  • I LOVE YOU✔
  • ManDavano
  • Revano [#1 SAVAGE SERIES]
  • DIANA IS MINE (COMPLETED)✔
  • ON SIGHT (Completed)
  • Bad Girl VS Bad Boy {END}
  • Legatha [END]
  • Become a Parent's [END]
  • Say My Name

PLAK "APA YANG KAMU LAKUKAN TERHADAP ANAK SAYA!" mommy berteriak setelah menampar Ghea dengan Keras. "MOMMY!" Alvin berteriak marah. "Mom hiks.. my kok nam hiks.. Par hiks.. Ghea?" Ghea menangis sambil memegang pipinya yang terasa terbakar. "Halah! Gak usah sok drama!" sentak Andrew. "Princess cepat ceritakan semuanya," daddy berbicara dengan lembut membuat Ghea iri karena beberapa bulan ini daddy tidak pernah berbicara lembut padanya. "Iya hiks.. Dad, tadi Keyla cari kak Ghea di sekolah tapi gak ketemu terus waktu Keyla lewat gudang lama ada suara aneh terus disusul suara ketawa gitu, karena penasaran Keyla menghampirinya dan ternyata ada kak Ghea diasana sama 5 anak laki laki yang ada di atasnya, aku samperin ternyata anak laki laki itu nyobek in seragam kak Ghea tapi kak Ghea malah ketawa. Tiba tiba kak Ghea bediri terus narik aku lalu dorong aku dikerumunan anak laki laki sampai lutut Keyla berdarah. Keyla takut, terus lansung berdiri tapi kak Ghea malah nyuruh salah satu anak laki laki itu buat buka baju aku. Keyla makin takut terus kabur tapi sebelum kabur kak Ghea ngancem aku," "DENGARKAN! ANDA MASIH KECIL SUDAH MAU MENJADI JALANG!" teriak mommy lagi. Sedangkan Keyla tersenyum kemenangan tanpa ada yang menyadari. "MOMMY!" lagi Alvin berteriak marah. 🔪DON'T COPAS! BIKIN CERITA PAKAI OTAK SENDIRI!

More details
WpActionLinkContent Guidelines