WARITA BAHARA

WARITA BAHARA

  • WpView
    Reads 336
  • WpVote
    Votes 59
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 15, 2021
Demi apapun, Langkas Bahara-Bara-tak pernah membersitkan sesal di afeksinya seusai mengenal dara berasma Warita Jentaka, yang ia ketahui; membenci hidupnya, mengutuk takdirnya, pun menyumpah-serapahi semesta yang sudah memaksanya hadir pada bentala yang kerap mempermainkannya. Dan, ia bersyukur bisa memafhumi itu. Sangat bersyukur. Kendatipun, segalanya tidak semulus yang ia terka, tak semudah yang dirinya sangka. Dan, pada separuh adimarga itu... masih mampukah Bara untuk berkelaluan berada di sisi dara kancap derita-cak namanya-yakni, Jena, Warita Jentaka?
All Rights Reserved
#178
kpoplokal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Keabadiaan || Bara ( Belum Di Revisi )
  • Effort of Love! : Afgara & Celia
  • TERJEBAK DALAM RASA [TERBIT]
  • Is He Mine?
  • Love Story
  • BASTARA DARA (SEASON II)
  • Is He Mine? '2'

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines