Vian menyukai Leo sejak dia dikenalkan sebagai calon tunangannya oleh Ayahnya. Hanya saja, Leo tidak menyukai Vian dari kesan pertamanya pada Vian. Leo membuat kesepakatan agar tidak mencampuri urusan masing-masing, dan Vian terpaksa menyetujui hal tersebut. Rasa suka Vian tidak mudah berubah begitu saja, bahkan ketika Leo memacari satu-satunya teman Vian dan memperlihatkan kemesrahan tersebut pada Vian. Sakit hati? Tentu saja... Wanita siapa yang tidak sakit hati megetahui bahwa pria yang dicintainya ternyata tidak menghargai dirinya. Dengan penuh tekad, Vian menyembunyikan perasaannya tersebut pada Leo. Dan bersikap seperti perjanjiannya dengan Leo. Setelah yakin bahwa Leo benar-benar tidak melihatnya sama sekali. Vian merespon perasaan seseorang yang datang. Dia adalah sahabat Leo. Awalnya Leo tidak merasa terusik, hingga Leo merasa beberapa sifat Vian yang tidak pernah dilihatnya, diperlihatkan saat Vian bersama Marvin yang kini menjadi kekasih Vian. Bahkan... Leo sedikit merasa iri pada Marvin karena berhasil memperlihatkan sisi Vian yang mampu menarik perhatian tersebut. Tapi.... Sepertinya Leo terlambat... Udah ah, sipnosisnya! Nanti gak mau baca karena kartunya terbuka semua. 😑 Enjoy the story, Happy Reading. (H. N. Waicang)
More details