20th of January

20th of January

  • WpView
    Reads 138
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 10, 2021
Ini kisah tentang sisa waktu yang aku lewati semasa remaja di Jakarta. Aku dengan segala kecuekan ku tidak pernah sekalipun peduli dengan sisa hari yang aku punya. Sampai akhirnya aku menginjak umur 16 tahun, aku mulai terpikirkan tentang kepergian ku di bulan Januari. Waktu dan Tuhan seakan mengijinkan ku untuk merasakan kehangatan di sisa hari ku karena nyatanya aku hampir lupa cara untuk tersenyum tanpa kesedihan. Aku berterima kasih pada mereka dan dia, untuk 8 bulan yang indah dan menyenangkan. Maaf aku cuman hadir sebentar saja lalu aku yang memilih untuk pergi, Harley Violetta.
All Rights Reserved
#188
rich
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Princess Syndrome
  • Diary Tanpa Waktu (Selesai)
  • Electric Kiss [아파도 돼]
  • CLOSER
  • SELESAI (Say Goodbye)
  • Kelas A [End]
  • Twins Yang Terpisahkan
  • The Real Boyfriend
  • Ventiones Academy [REVISI]
  • Love Scenario : Nefarious (Tersedia di Gramedia)

Mungkin karena terlalu dimanjakan oleh kedua orang tuanya sejak kecil, ia tumbuh menjadi cewek angkuh yang segala kemauannya harus di turuti. Dia, Sia Queena. Cewek pengidap 'princess syndrome' yang berwajah super cantik, kulit putih bersih bak porselin, tubuh tinggi semampai seperti model kelas dunia. Cewek nyaris sempurna yang selalu haus perhatian, arogan, dan merasa berkuasa. Mulutnya bahkan tidak pernah sama sekali mengucap maaf dan terimakasih. Ketika semua orang di sekolahnya selalu menganga kagum melihat Queen, tidak dengan satu cowok yang sama sekali tidak tertarik dengan hal yang berhubungan dengan cewek itu. Bahkan, ingin kenal pun ia sama sekali tidak berminat. Namun, semesta seolah menggiringnya untuk berada dalam satu lingkaran takdir dengan Queen. Seolah-olah ia memang diutus dan di tugaskan untuk mendampingi Queen dan mengenggam erat tangan itu selalu--dimana pada titik tertentu, Queen mengalami satu peristiwa yang mengungkap rahasia gelap yang selama ini disembunyikan dengan baik oleh kedua orang tuanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines