Burung Dara Raksasa Rayyan

Burung Dara Raksasa Rayyan

  • WpView
    LECTURES 100
  • WpVote
    Votes 63
  • WpPart
    Chapitres 10
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., janv. 30, 2021
Rayyan dilahirkan menjadi sesosok yang tangguh tentang berburu. Saat kecil sangat disenangi oleh banyak orang. Hal itu tidak berbeda drastis saat dewasa. Pada saat seorang pemburu itu saat di hutan, menemukan dara yang jatuh dari sarangnya. Tak segan ia memasukkan burung dara tersebut di tempat hasil buruannya. Setelah itu, ia tidak menemukan teman di sarang burungnya. Pemburu tersebut yang sering dipanggil Rayyan memutuskan untuk membesarkannya di rumah. Namun, kedua orang tua pemburu sangat marah, karena sering berterbangan kesana kemari. Hal tersebut membuat, bulunya mengganggu pernafasan kedua orang tua pemburu tersebut. Setelah pemburu tersebut hampir diusir oleh kedua orang tuanya karena menjengkelkan. Akhirnya Rayyan itu menemukan rumah kosong di sebuah hutan, dan dibesarkannya. Burung itu tumbuh besar menjadi raksasa. Kemudian burung dara raksasa, sebagai halnya transportasi. Namun, suatu hari, burung dara raksasa itu mengamuk besar karena lupa diberi makan, kemudian merusak desa yang berada di sebelah hutan.
Tous Droits Réservés
#39
rayyan
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Hamba Setia untuk Saudara Tercinta (End)
  • BAYANGAN YANG TIDAK PERNAH PULANG
  • Milk for Rayyan
  • Layang-layang
  • YANG TERPILIH
  • senjana
  • Kehidupan di Ladang: Kisah Pengantin Pria dari Keluarga Pemburu
  • ELGITA  (TERBIT)
  • RAYNALA

Su Ling adalah seorang anak manja. Hidupnya berubah drastis setelah kedua orang tuanya meninggal secara tak terduga. Sang bibi merasa kasihan melihatnya sendirian, lemah, dan sering sakit, sehingga ia mencarikannya pasangan untuk dinikahkan. Malam itu, Su Ling bermimpi tentang masa depan pernikahannya. Awalnya, suaminya memperlakukannya dengan baik, tetapi setelah menjadi kaya dan sukses, ia mulai berpoligami-memiliki tiga istri dan empat selir. Su Ling pun akhirnya dicampakkan karena tidak bisa melahirkan seorang putra. Saking marahnya, Su Ling langsung terbangun dari mimpi buruk itu. Ia melihat bibinya menatapnya dengan ekspresi cemas, bertanya apakah ia merasa lebih baik. Namun, tanpa sengaja, ia mendengar suara hati bibinya: "Anak ini cantik sekali, pasti bisa dijual dengan harga lebih tinggi." Tanpa mempedulikan larangan keluarga, hari itu juga Su Ling pergi ke rumah pelelangan budak untuk membeli seorang pelayan. Saat mendengarkan suara hati para pelayan di sana, kebanyakan dari mereka memiliki niat jahat-ada yang berpikiran mesum, ada yang menganggapnya lemah dan mudah ditindas. Namun, hanya ada satu pria yang berjongkok di sudut dengan ekspresi kosong, tanpa emosi sedikit pun. "Dia saja," pikir Su Ling. "Kalau membeli pelayan, sekalian yang tampan." Ketika kerabat dan tetangga melihat Su Ling membeli seorang pria bertubuh tinggi, mereka semua mencibir. "Tak tahu malu! Berani-beraninya beli pria sendiri! Jangan sampai malah mengundang serigala masuk ke rumah!" Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Pria itu begitu terampil hingga membuat orang iri. Ia bisa melakukan segalanya, mulai dari berburu di gunung hingga bertani. Pada akhirnya, ia bahkan "melayani" Su Ling sampai tak bisa bangun dari tempat tidur. Setelah menikah, pria itu tetap pendiam. Namun, setiap kali sesuatu terjadi, telinganya akan memerah, bibirnya terkatup rapat, dan matanya akan menatap Su Ling dengan penuh harapan.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu