SETEDUH HUJANKU - [SUDAH TERBIT]

SETEDUH HUJANKU - [SUDAH TERBIT]

  • WpView
    Reads 1,959
  • WpVote
    Votes 266
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 1, 2021
[END]✅ Aku mengejar dia yang jauh lebih baik dariku, Allah malah menjauhkannya. Aku mengejar cinta-Nya, Allah datangkan dia padaku. Allah, engkau begitu pandai membolak-balik hati manusia dengan sekejap. Ketika aku merelakan dia demi Cinta-Mu, Engkau hadirkan dia padaku sebagai ujian. Apakah aku lebih mencintai penciptanya atau ciptaannya. Cinta itu suci Bagaimana cara kita mempertahankan cinta itu agar tetap suci. Halalkan atau tinggalkan? 🦋🦋
All Rights Reserved
#471
anaksekolah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ternyata Takdirku adalah Kamu
  • Quotes [Islami]
  • Kamu Mengajariku untuk Dekat dengan Allah
  • Qanita
  • Bait-bait Do'a Ku
  • Hijrahku Menuju Halalku
  • Story Love  Of Aisyah Guz Adnan🍁 ( Slow update)
  • Ainotameni ( END )
  • Kutunggu Hijrah Subuhmu (TERBIT)✅

JANGAN LUPA FOLLOW YA... terimakasih sudah mampir Ada cinta yang tidak perlu diumbar, cukup diam-diam mendoakan dari kejauhan. Karena kadang, mencintai yang paling dalam adalah saat memilih untuk menjauh. Aku, Cilla, gadis biasa yang sebentar lagi akan memulai hidup baru di UIN Rafah. Di usia delapan belas ini, hidupku seperti perjalanan kereta yang tak pernah berhenti di stasiun yang sama dua kali. Termasuk stasiun bernama Arsan. Dia pernah singgah. Pernah menjadi alasan senyumku setiap pagi. Pernah menjadi orang yang paling aku percaya. Tapi kami memilih pergi. Bukan karena tidak saling mencintai, tapi karena tahu: terlalu dekat bisa membuat segalanya salah arah. Kami memilih menjaga, meski harus saling menjauh. Dan kini, setelah waktu membawa kami ke dunia yang berbeda... Aku masih menyebut namanya dalam sujud terakhirku. Sementara aku tak tahu, apakah dia juga menyebut namaku saat langitnya mendung dan hatinya sunyi. Mungkin kami sedang menguji takdir. Atau... mungkin takdir sedang menguji kami. Karena jika benar cinta ini suci, maka tak perlu digenggam erat untuk dimiliki. Cukup dipercayakan kepada Allah. Dan jika suatu hari aku kembali bertemu dengannya, aku ingin bertanya satu hal: "Masihkah kamu menganggapku takdirmu, seperti dulu?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines