Waiting For Dad

Waiting For Dad

  • WpView
    Reads 84
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 31, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Ingin ku ungkap perasaanku pada semesta. Rasanya raga ini sudah menolak akan sandiwara yang selalu di tunjukkan nya. Ayah, mungkinkah aku harus mengungkapkan rasa ini? Rasa yang selalu hadir di setiap harinya. Rasa yang mungkin hanya aku saja yang bisa merasakannya. Rasa yang mungkin tak orang lain pahami. Rasa yang sangat sulit untuk ku ungkap walau lewat air mata. Rasa ini, kerinduan ini, tangisan ini mungkin hanya Allah yang bisa memahami nya. Ayah.. Aku sungguh sangat merindukanmu. Ingin ku pergi dari kota ini, dan berlari kesuatu tempat di mana kotamu. Kemarilah, aku menunggumu.. Peluk putri kecilmu ini ayah, ku mohon. Aku ingin membisikkan sesuatu ke telingamu. 'aku merindukanmu ayah, sangat!'." Nabilla Zhalisa Seorang gadis yang terpisah dengan ayahnya sejak ia berusia 6 bulan. Suatu kejadian, membuatnya sangat ingin bertemu dan sekolah bersama ayahnya. Namun, beberapa alasan dan kejadian membuatnya untuk menyimpan keinginan itu, ia pun belajar untuk bisa menjalankan apa yang harusnya ia jalankan sekarang. Ia berjuang, berusaha agar ia bisa membanggakan orang tuanya, serta mendapat ridho dari Allah atas apa yang di kerjaannya. Apakah ia akan tetap menjalankan kehidupannya, dengan rasa sakit yang akan membuatnya terus bersandiwara?
All Rights Reserved
#11
belimahar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • tentang sebuah rasa
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • DILEMA CINTA [END] COMPLETED
  • Ikhtiar Menjemput Cinta [REVISI + END]
  • Cintaku Berawal Dari Sepatu Terbang  ( Bara )
  • Full Of Scratches
  • Nathalea
  • HANYA AKU DAN KAMU
  • Naura & Lukanya

"Lo belum jawab pertanyaan gue! Kenapa Lo Nerima perjodohan itu?" Tanya raka dengan nada dingin. "Karena....karena aku gak mau durhaka sama kedua orangtua. Apapun yang mereka inginkan kalo aku mampu pasti aku turutin." Ucap Zahra sambil terus menunduk atau melihat ke arah lain. "Sekalipun Lo harus ngorbanin masa depan Lo?" Tanya raka dengan tersenyum kecut. Sedangkan Zahra hanya diam. "Harusnya Lo bisa nolak baik baik. Kalo Lo nolak otomatis perjodohan ini gak akan terjadi! Gue itu enggak mau nikah sama Lo! Harusnya Lo ngertiin gue." Ucap Raka yang mulai marah. "Tapi kenapa harus aku yang nolak? Kalo kamu gak mau, kenapa kamu terima juga? Kamu juga bisa nolak kan?" Tanya Zahra yang tidak habis pikir dengan ucapan Raka yang seakan menyalahkan diri nya. "Tapi gue gak bisa! Kalo gue nolak semua fasilitas gue bakal disita. Ngerti gak sih Lo?" Ucap Raka sengit. "Harusnya juga kamu ngertiin posisi aku. Dan aku cuman gak mau jadi anak durhaka. Udah itu aja!" Jawab Zahra berusaha sabar. Raka mengusap wajah nya kasar lalu kembali menatap tajam zahra. "Gue pastiin Lo bakal nyesel nikah sama gue! Camkan itu!" Ucap Raka lalu bergegas pergi keluar kelas dengan membuka pintu nya kasar. Zahra hanya beristighfar menghadapi sikap Raka yang ternyata seperti ini. Gimana kelanjutan ceritanya? Yok! Langsung aja baca ya guys🤗

More details
WpActionLinkContent Guidelines