Garis yang Tertulis - Spectramagic71

Garis yang Tertulis - Spectramagic71

  • WpView
    Dibaca 42
  • WpVote
    Vote 8
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jan 31, 2021
WpInfo
Non-fiksi
Salma tidak menyangka ayahnya meninggal saat melanjutkan pendidikan doktoralnya di Jerman. Ia menjadi yatim piatu dan hidup sendirian di apartemen, meskipun sudah ditawar untuk tinggal bersama Bibi Viona. Kematian ayahnya memberikan luka dalam bagi Salma dan membawanya masuk ke terror pria berjaket hitam. Karena suatu alasan Salma memutuskan kabur dari apartemen dan bertemu dengan pengamen cilik serta ikut mengamen untuk beberapa hari. Namun kehidupannya menjadi lebih tidak karuan setelah pengamen cilik itu pergi. Terror pria berjaket hitam tetap menghantui Salma. Ia ketakutan sampai akhirnya ia tahu kebenaran ayahnya dan pria berjaket hitam serta mengenai alur lain kehidupannya yang tidak ia alami. Judul: Garis yang Tertulis Penulis: spectramagic71
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#335
lomba
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Being a Good Papa [ End ]
  •  PEMBANTU JADI MENANTU
  • Dijual Cepat Tanpa Perantara
  • Long Way Love
  • Crazy Wifey [COMPLETED]
  • Istri buta pembawa keberuntungan Sang Mafia  (B×B) [ HITAUS DULU]
  • ANNO: TWINS BUT DIFFERENT
  • Mi Frourà
  • Intan dan printilan nya (gen13)
  • Suami Gangguan Jiwa (TERBIT)

Apa penyesalan dalam hidup yang pernah kalian alami? Kalau Arthan ditanya seperti itu, maka dia akan menjawab ; Menjadi pria yang tidak berguna, sekaligus ayah yang gagal. Setidaknya Arthan ingin sekali dalam hidupnya, dia melakukan hal-hal yang membuat keluarganya bahagia. Namun, hidup yang hanya sekali itu, dia habiskan untuk hal-hal yang sesat. Berjudi, mengabaikan anaknya setelah ditinggal mati oleh istri, dan terlilit hutang hingga rentenir terus berdatangan. Lantas, pada malam dia dikejar oleh rentenir dan anaknya, Alberix, disandera oleh rentenir, Arthan tertabrak truk dan tubuhnya terhempas begitu saja di aspal, hingga aspal itu digenangi oleh darahnya yang menyebar kemana-mana. Malam dimana penyesalan terus berdatangan. Lalu, dengan begitu saja, Arthan menutup mata dengan perasaan bersalah yang menumpuk di dalam dada. Hingga ketika ia membuka mata, bukan alam Barzah lah yang ia lihat, tetapi wajah anaknya yang datar saat sedang melakukan sarapan bersama. Arthan spontan menyeletuk, "Alberuk?" Alberix langsung bombastic side eyes. "Alberix, pa. Not Alberuk, apalagi beruk."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan