Maafkan aku yg membuat mu seperti ini j...
"Muak aku mendengar para petinggi agama yg berkata bahawa penyimpangan kita adalah anugrah. Fuck.. Mereka iblis bertopeng malaikat.."
"oh cmon.. Jika tuhan menyayangi org seperti kita, lalu kenapa dalam injil dan qur'an tuhan membakar sodom dan gomora?"
"mencintaimu adalah tiket menuju neraka. Apakah aku bisa memperbaiki semua?"
"dalam doaku aku selalu mendoakan kita li.. Aku ingin yg terbaik untuk kita. Tp untuk saat ini yg terbaik untuk ku adalah di sampingmu.."
"apakah ini hukuman tuhan untuk kita...?"
Kamu berhasil menyadarkanku makna cinta yang sesungguhnya.
Semua tampak jelas bagaimana caramu menjagaku.
Hingga aku mendengar kata yang sudah lama kunanti terucap dari bibirmu.
Cinta...
Begitulah kedengarannya, sangat manis bukan?
Tapi tidak bagiku.
Kamu mampu menanam kuat kata cinta dalam hatiku dan membuat kata cinta menjadi hancur.
Mungkin bagimu cinta telah lenyap begitu saja terbawa oleh angin, sama seperti jiwamu yang telah hilang di mataku, namun tidak di hatiku.
Suatu ketika dia hadir membawa cinta.
Aku mulai meragukan apakah cinta benar nyata.
Haruskah kubuka kembali pintu hatiku yang telah lama tertutup karena kamu berada didalamnya?
Sanggupkah aku melupakanmu dan membuang jauh kenangan yang telah kita ciptakan?
Apa mungkin jika suatu saat nanti kamu dan dia berada dalam satu hati yang sama?
Sangat disesali jika hal itu benar terjadi.
Namun, dia mewujudkan kemungkinan itu dengan caranya sendiri.
Akankah kusebut kisah yang Tuhan gariskan adalah penyesalan cinta?