Story cover for Loving J... by dilema_girl
Loving J...
  • WpView
    Membaca 124
  • WpVote
    Vote 18
  • WpPart
    Bab 4
  • WpView
    Membaca 124
  • WpVote
    Vote 18
  • WpPart
    Bab 4
Bersambung, Awal publikasi Jan 31, 2021
Maafkan aku yg membuat mu seperti ini j...


"Muak aku mendengar para petinggi agama yg berkata bahawa penyimpangan kita adalah anugrah. Fuck.. Mereka iblis bertopeng malaikat.."

"oh cmon.. Jika tuhan menyayangi org seperti kita, lalu kenapa dalam injil dan qur'an tuhan membakar sodom dan gomora?"

"mencintaimu adalah tiket menuju neraka. Apakah aku bisa memperbaiki semua?"

"dalam doaku aku selalu mendoakan kita li.. Aku ingin yg terbaik untuk kita. Tp untuk saat ini yg terbaik untuk ku adalah di sampingmu.."

"apakah ini hukuman tuhan untuk kita...?"
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Loving J... ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#393dilema
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
ABIAN HALA cover
HI, NEIGHBOR! - JENLISA [G×G] cover
Lalisa "sorry" cover
Till I Meet You cover
NODA  cover
LOVE YOU FOREVER (gxg)  cover
Sorry, It's My Fault [ongoing] cover
pacar orang [Jenlisa]√ cover
MAGNETS - JENLISA [G×G] cover

ABIAN HALA

60 bab Lengkap

Hembusan angin menyapu lembut rambut panjang milik Hala yang ia biarkan tergerai begitu saja. Napasnya tenang namun tidak dengan perih di ulu hatinya yang membuat ia hanya mampu duduk diam sambil memeluk kedua lututnya. Berharap akan ada sebuah pelukan yang datang untuk menghangatkannya. Kisah kelam itu sudah berlalu sekitar setengah tahun yang lalu, tapi seolah kisah itu begitu betah menjadi parasit di dalam kehidupannya. Yang selalu dan terus menerus Hala rasakan ialah mengenai rindu dan rasa ingin bertemu. Rasanya ia belum cukup menikmati waktu yang Tuhan jatahkan untuk mereka bisa saling mencintai dan membersamai. "di agama kita gak ada reinkarnasi, tapi aku terus berdoa supaya ketemunya di mimpi, tapi mimpi pun bukan bagian dari kekuasaan aku ataupun kamu. Jadi kapan kita akan bener-bener ketemu? Malam ini? Besok? Lusa?" Setitik air mata jatuh membuat isakan Hala kembali terdengar. Suara pintu yang terbuka lalu pelukan yang berasal dari belakangnya membuat isakan Hala kian membesar. Pelukan memang, tapi bukan orang ini yang ia harapkan. Karena memang sebenarnya ia tidak akan pernah merasakan pelukan itu lagi.