Hug me, please!

Hug me, please!

  • WpView
    Reads 2,655
  • WpVote
    Votes 128
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 3, 2025
Ini aku. Cewek remaja yang selalu berhadapan dengan mimpi ambisi dan cita-cita. Tapi, terbendung kontaminasi kotor dan berharap bintik-bintik hujan yang menangani. Jangan ditanya, ini aku. Gadis yang mengambil oksigen saja ada caranya. Gadis yang merasa dunia ini kejam dengan kesetaraan keadilan setengah-setengah. Hidup tidak berpihak kalau aku bukan siapa-siapa. Yah, ini aku. Bocah kecil yang mengandalkan 50% nyawa dan masuk dalam katagori sampah dunia. Berusaha membuat jalan kisah anak biasa menggapai pelita. Tapi, sayangnya ... aku punya apa? Makan saja susah. Mungkin peranku ini banyak yang merasakannya. Merajut kehidupan penuh konflik tamparan kata-kata, memandu seberapa hebat mental berada, mengukir kisah haru dan duka, mengaduk khayalan bersama luka nyata. Tak habis pikir dengan skenario permainan dunia. Namun, ada satu orang yang menganggap hidup remaja ini bermakna. Cuma dia seseorang pemberi antusiasme disaat dorongan hidup mencapai titik terendah. "Gue boleh tanya Al?" "Kenapa Zey? "Hati gue sakit tapi kenapa enggak sembuh-sembuh? Gue harus minum obat apa biar luka-lukanya hilang? Yah walaupun setidaknya ada obat pereda juga enggak pa-pa. Gue enggak mau terus-terusan hirup oksigen aja, hati gue terluka. Lo tau, setiap detik rasanya setiap kali nafas, hidup gue sesak Al, hehehe," "Lalu kenapa disaat gue penat kehidupan enggan memberikan sedikit aja gue istirahat? 30 menit aja gue rasa cukup. Hilangkan ingatan, pura-pura enggak tahu dengan kehidupan, biarkan dulu gue cari stok hati banyak, seluas samudra air mata, fisik sekuat baja, ketika gue ditemukan lagi dengan situasi yang lebih parah, gue rasa ... gue bisa ngehadapinya. Kalo untuk hari ini. Gue capek Al, hahahaha." "Butuh pelukan nggak Zey? Atau nggak teriak aja gue temenin." Iya, dia Predator Ababil Laknat dengan segala keunikannya yang mengenalkanku pada arti bahagia sebenarnya. ©AESNES2021|TEENLIT-CHICKLIT-SAD| Judul awal; Zeyen Amelly
All Rights Reserved
#394
citacita
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sama tapi Berbeda [END]
  • Full Of Scratches
  • Nedrian's Sibling [Book 3]
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Let Me Love You Longer
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • ARSYA: My Naughty Boyfriend (END)
  • DELIA & WISNU [Completed]
  • Mari Kita Berdamai dengan Luka  (TAMAT)

Alvan dan Alvin, mereka kembar. Namun, mereka tidak diperlakukan secara adil. Ayahnya hanya mementingkan Alvan, Alvan, dan Alvan. Ayahnya juga selalu membanding bandingkan Alvin dengan Alvan. Sakit hati? Tentu saja. Belum lagi Ibunya yang ikut bersikap dingin padanya. Beban hidupnya seakan bertambah saat Alvin divonis mengidap Leukemia tepat di hari ulang tahunnya. "Kita bahkan nggak tau apa yang bakalan terjadi lima menit kedepan. Jadi, bukan nggak mungkin kalau hari ini gue mati." ~Alvino Ardan Megantara. Ini kisah tentang Alvin dengan luka yang selalu menemani dirinya. Akankah berakhir bahagia atau malah sebaliknya? Start. : 17 Juli 2021 Finish : 21 Februari 2022 #3 in Fiksi Remaja (30 Oktober 2021) #1 in Acak (30 Januari 2022) #1 in Sick Story (30 Oktober 2022) #1 in Kembaran (6-22 September 2021) #1 in Leukemia (29- 9September 2021) #1 in Cancer (25 Desember 2021) #1 in Alvin (9-10 Oktober 2021) #2 in Brothership (10 Oktober 2021) #2 in Sad (14 Oktober 2021) #1 in Brokenhome (6 Oktober 2021) #2 in Kembar (26 Desember 2021) #1 in Sakit (25 Desember 2021) #3 in SMA (2 November 2021) #5 in Keluarga (6 November 2021) #1 in Sedih (21 November 2021) #1 in Twin (25 Desember 2021) #1 in Putih abu abu (6 Desember 2021) Let's play this story SELAMAT MEMBACA <3 JIKA ADA KESAMAAN NAMA, DLL. ITU SEMUA KETIDAKSENGAJAAN. JANGAN PLAGIAT KALAU MAU SUKSES ^^

More details
WpActionLinkContent Guidelines