Between Life and Death

Between Life and Death

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 2, 2021
Enggan hidup, mati pun tak mau. Ini kisah tentang Zahwa Asy-syirqi. Gadis muslim berparas cantik seperti bidadari. Dia mempunyai jabat sebagai ketua pembimbing di pondok pesantren Jauhar Maknun, tempat dia menimba ilmu. Bercerita tentang kisah Zahwa yang di penuhi dengan kebahagiaan dan kesedihan yang teramat pedih. Karena, ia harus menerima kenyataan yang begitu keji. Ia harus mengandung anak dari adik kembar suaminya sendiri. Siapkan hati untuk mambaca cerita ini. Karena serangan rasa campur-aduk akan selalu menyerang hati dan jantung tanpa henti. Dari author untuk semua pembaca tercinta.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Arwa'ul Qulub (BERSAMBUNG)
  • Menjauh untuk Menjaga
  • [1] Takdir Putri Kecil Yang Liar
  • Z A M M A R
  • ASA: Semesta Itu Bukan Milik Kita
  • BUKAN PILIHAN KU
  • Bercerita dalam Hampa
  • Gus Zai Untuk Aisyah(PRE ORDER!)

Nura Yasraa Assyairii, gadis mungil dengan tinggi hanya 145 cm, kulit kuning langsat yang lembut seperti rembulan, dan sepasang mata hitam bulat yang memancarkan pesona tak terdefinisi. Ia adalah anak kedua dari keluarga yang kaya. Tumbuh di tengah kasih sayang dan harapan besar orang tuanya. Di balik senyum cerahnya, Nura menyimpan ribuan cerita,tentang prestasi yang membanggakan, juga tentang tingkah laku nakal yang tak pernah habis diceritakan oleh guru-guru dan teman sebayanya. Bersama lima sahabat karibnya : Naomi yang telah 10 tahun bersamanya, Arisha si yang tidak bisa menangis , Zunaira yang berani, Cyra si toxic , dan Malaika yang berfikir kritis. Nura menjalani hari-hari penuh warna. Persahabatan mereka terjalin erat seperti simpul tak terurai, tumbuh dari pertemuan yang tak disengaja menjadi ikatan yang tak tergantikan. Namun, dunia mereka tiba-tiba berubah ketika satu keputusan orang tua meruntuhkan kenyamanan yang telah mereka bangun keenam gadis ini harus tinggal dan menempuh pendidikan di sebuah pondok pesantren yang dikenal akan kedisiplinan, aturan ketat, dan hukuman yang tegas. Dunia yang asing, dunia yang tidak mereka kehendaki. Bukan tanpa perlawanan, mereka pun mulai berulah. Segala cara mereka tempuh untuk menunjukkan ketidaksetujuan dari keusilan kecil hingga kenakalan yang membuat para pengurus pondok geleng kepala. Namun, di balik kenakalan itu, tersembunyi jeritan hati anak-anak yang masih mencari jati diri dan tempat untuk dimengerti. Pondok pesantren bukan hanya tentang hafalan dan doa, tetapi juga tentang perjuangan menghadapi diri sendiri. Apakah enam gadis ini akan mampu menerima takdir mereka? Mampukah persahabatan mereka bertahan di tengah cobaan dan aturan yang mengekang? Atau justru pondok ini akan menjadi awal dari lembaran baru dalam hidup mereka,tempat di mana mereka menemukan makna sejati dari kedewasaan, iman, dan persahabatan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines