SADERA
  • WpView
    LECTURES 109
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Chapitres 5
WpMetadataReadContenu pour adultesEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., mars 4, 2022
"Yakin?" "Menurut lo?" para sahabat Ara menggeleng serempak, seolah memberikan peringatan bahwa ini tidak semudah ide di kepala cantik Ara saja. Ini bencana! batin mereka menjerit berdoa semoga Ara menunda dan mengakhiri saja rencana nakalnya. memohon dengan wajah pasrah keselamatan Ara yang mulai di ambang batas. "Mampus!" *** "Jauh-jauh lo dari gue!" Ara sadar itu bukan kalimat biasa. Itu kalimat ancaman pertama yang Sadera ucapkan hari ini. Puas rasanya melihat wajah memerah nan emosi dari Sadera pagi ini. Ara tak akan melewatkan kesempatan berharga yang sangat jarang terjadi. "yah gimana dong, gue tuh pengen nempel terus. Lo harum banget lagi .. pas banget sama gue yang belum mandi." balas Ara seraya menarik tas hitam yang selalu Sadera sandarkan di bahu kirinya. "Astagfirullah" gumam Sadera seraya menghela nafas dan memejamkan mata untuk meredam emosi dari iblis kecil di sampingnya. "wahh lo bisa istighfar juga? keren!!" Mata indah Ara melihat penuh takjub wajah sadera dan tersenyum penuh kepolosan. Membuat Sadera begitu muak, dan memperpanjang langkahnya untuk segera menghindari masalah yangakan ditimbulkan iblis kecil itu. membayangkannya saja membuat Sadera berfikir ulang. JANGAN SAMPAI TERJADI ! batinnya memperingati. *** "Lo gak bakal tau rasanya dibuang." Ara tersenyum sembari menghela nafas dengan wajah tenang, mata indah yang selalu ia suka menatapnya begitu dalam. Ia suka. Sangat suka. Setiap kali Ara menatapnya. Namun kali ini rasanya berbeda. Dan Sadera menyadari itu, bahwa kesalahan ini adalah awal yang akan menjadi akhir dari segalanya.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • KANARA [COMPLETED]
  • Terjebak Kata Sahabat [COMPLETED]
  • ANASTORY [END]
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • First Love And Last Love(✔)🔚
  • Altezza Reiki ( REPOST ULANG)
  • I Never Loved My Ex [End]
  • ALONE
  • My Wedding Dream✔
  • PETRICHOR [Lengkap]

[Belum revisi] "Pernah gak sih suka sama temen sendiri?" _____ "Pada akhirnya, benar kata orang- laki-laki dan perempuan tidak mungkin menjalin persahabatan, pasti salah satu diantaranya ada yang menyimpan rasa lebih" Dan...terbukti. Kanara telah membuat kesalahan dengan menaruh rasa kepada sahabatnya sendiri- Reynald. Tanpa ingin mengakhiri perasaan yang sudah delapan tahun tumbuh diam-diam dalam hatinya, gadis penyuka kopi dan senja itu memilih menetap meskipun membuat sakit. Tapi bagi Reynald, Kanara hanya teman- atau lebih tepatnya, saudara. "Rey, lo cuman nganggep gue temen biasa?" "Engga, lo naik pangkat jadi saudara gue." Sementara Reynald justru terpesona pada Kanaya- sepupu Kanara yang memesona di mata semua orang. Reynald terus mengejar cinta yang salah. "Ra, gue suka Kanaya. Jadi, bantuin ya? Naya kan sepupu lo, tanya tipe cowok nya kaya apa." Segala luka yang ditahan mulai terasa nyata. Persahabatan mereka yang telah terjalin delapan tahun kini berada di ujung tali. "Kita bertiga udah sahabatan lebih dari delapan tahun. Gue gak mau persahabatan itu hancur hanya karena satu di antara kita naruh rasa lebih sebagai sahabat. Jadi jangan ya? Gue gak mau persahabatan ini berakhir sia-sia." Menyimpan perasaan atau mengungkapkannya? Keduanya sama-sama menyakitkan. Tapi Kanara harus memilih Akankah Kanara tetap menyimpan perasaannya dalam diam? Atau memilih mengungkapkan dan mengorbankan persahabatan mereka yang sudah delapan tahun ada? ___ Sudah siap menjelajah ruang friendzone? Tempat di mana cinta diam-diam bisa membunuh pelan-pelan? Disclaimer: - 100% fiksi - This story is my creation - No plagiarisme - Happy reading!! start : 01- 01 -2022 fin: 06- 07 -2022 a teenfiction by fanesaca

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu