We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
DARANALIN

DARANALIN

  • WpView
    Reads 75
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 25, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Perjalanan hidup seorang gadis yang harus mendewasakan diri sebelum waktunya. Arastasyah Arum Reikanara, itulah namanya. Disaat anak-anak seusianya sedang asyik menikmati masa remaja, ia bahkan tak punya waktu untuk bersantai sejenak. Anak pertama dari enam bersaudara. Peluh keringat dan perjuangan harus ia lakukan untuk bertahan hidup. Bagaimana tidak, ia harus memberi makan serta menyekolahkan adik-adiknya. Banting tulang sendirian sudah ia rasakan sejak duduk dibangku kelas 3 SMA. Tepatnya saat ibunya meninggal dan ayahnya masuk penjara.
All Rights Reserved
#49
hinaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • LUKA
  • pai pai  B 94 ZA
  • LARA
  • My Destiny is it Love You
  • Different [END]
  • Paradise
  • Waktu?

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines