Aditya

Aditya

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 4, 2021
Adit si anak brandal yang harus terjebak di dalam dunia seorang gadis. Bukan hanya tentang adit dan seorang gadis namun tentang Adit dan orang di sekitar nya. Patah hati memang tak sesakit patah tulang, beda nya patah tulang dapat di sembuhkan dengan obat tanpa bekas sakit, namun berbeda dengan patah hati yang sudah di sembuhkan namun masih saja sakit nya berbekas di hati. -Adit.
All Rights Reserved
#32
biasaaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Caramel
  • ALEXON [END]
  • ONLY FOOL FALLS (JENNIE X CHANYEOL)
  • 9 Eternity || SEGERA TERBIT
  • Fingerprint (Dangerous)✅
  • GASA [end]
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • 𝟶𝟻. ʙᴇʜɪɴᴅ ɪɴ ᴛʜᴇ ᴍᴀsᴋ
  • Epiphany - Lee Jeno [SELESAI-REVISI]
  • ALEAGAS [END]
Caramel

[ T A M A T ] "Punya mulut dijaga!" desis Caramel. "Ngapain gue jaga mulut gue buat orang yang kasar dan nggak tau sopan santun kaya lo!" balas Malvin ketus. Caramel mengangkat sebelah alisnya lalu berjalan mendekat kearah Malvin hingga jarak diantara mereka hanya tersisa setengah jengkal saja. Caramel berjinjit menyamai tinggi Malvin lalu ia langsung menggigit bibir bawah cowok itu dengan kencang. "Kan gue udah bilang, punya mulut dijaga." Caramel menyunggingkan senyum lalu melangkah pergi dari sana. Berawal dari pertemuan yang tak mengenakan dengan cowok berperawakan tinggi itulah yang malah membuat Caramel tak bisa jauh-jauh darinya. Selalu ada saja kejadian-kejadian yang melibatkan keduanya yang membuat mereka jadi tambah dekat satu sama lain, seperti seakan-akan mereka tercipta memang untuk dipersatukan. Cowok dengan nama belakang Adhitama itu telah berhasil menjadi kelemahan Caramel si gadis egois. Bertengkar karena hal spele sudah menjadi hal yang biasa bagi keduanya, sebab mereka bersatu pun karena sebuah rasa benci. Rasa benci yang kemudian berkamuflase menjadi rasa ingin memiliki. Tapi akankah mereka bisa terus bertahan dengan sifat egoisnya masing-masing?

More details
WpActionLinkContent Guidelines