SURPRISE WEDDING

SURPRISE WEDDING

  • WpView
    Leituras 955,502
  • WpVote
    Votos 106,695
  • WpPart
    Capítulos 45
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, set 17, 2024
WpInfo
Ficção
Romance
Zaskia pikir calon suaminya yang dijodohkan ayah untuknya adalah seorang karyawan biasa saja. Zaskia juga berpikir kalau dia hanya menuruti permintaan terakhir ayahnya sebelum meninggalkannya untuk selamanya. Hidup hanya berdua dengan sang ayah menjadinya sangat patuh dengan apapun yang diperintahkan orang paling dipujanya itu. Zaskia menerima begitu saja apapun itu meski dia tidak tahu sosok pria yang akan menjadi imamnya. Yang dia tahu, pria itu bernama Pasha. Dan mengontrak rumah persis di depan rumah yang ditinggalinya. pria itu tidak pernah mengajaknya bicara setiap bertemu. Bahkan menatapnya dengan dingin, tapi saat sang Ayah meninggal Pasha lah yang mengurus semuanya. Bahkan sampai mengurus semua kebutuhannya dan biaya kuliahnya. Semua masih abu-abu baginya sampai pernikahannya digelar...Dia baru menemukan fakta yang sebenarnya. Akankah Zaskia sanggup menjalani pernikahan selamanya dengan pria yang mempunyai rahasia besar?
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Prenuptial Agreement
  • Destiny
  • Cinta Sendiri
  • Ustadzah Assyifa✔️
  • Behind Our Eyes
  • FATED TO BE YOURS
  • Before Wedding [SUDAH DIBUKUKAN]
  • The Baby is Mine
  • Call It What You Want (END)
  • LYVARU

"Tya, kapan kamu akan menikah?" tanya sang ayah. "Nanti, Yah, kalau sudah ada jodohnya," jawaban ringan itu yang selalu menjadi andalan Adistya. "Iya kapan?" tanya kembali ayahnya yang sepertinya tak sabar menginginkan sang putri untuk segera menikah. "Sabar kali, Yah, toh jodoh gak akan ke mana." "Jodoh memang tidak akan ke mana, tapi kalau gak ke mana-mana kapan dapat jodohnya." Kutipan itulah yang selalu ayahnya ucapkan. Membuat Adistya memutar bola matanya bosan. Ayahnya itu gemar menanyakan perihal jodohnya apalagi mengingat usianya yang sudah menginjak angka 27, usia yang sudah cukup matang untuk membina rumah tangga sampai ayahnya gemar sekali mencarikan jodoh yang untungnya tidak pernah berhasil. Adistya lelah begitupun dengan sang ayah, sampai akhirnya sebuah kesepakatan mereka buat untuk perjodohan terakhir Adistya. Kebebasan sudah ada di depan mata, tapi harapan itu harus gagal karena dengan lancangnya kepala Adistya mengangguk mengkhianati hatinya.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo