We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Intuisi Praduga

Intuisi Praduga

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 22, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Aku tidak percaya dengan apa yang ku rasa dan selama ini yang ku duga terkadang tak selarasa dan sejalan dengan apa yang terjadi pada kenyataannya. Kamu beralih pergi mencari ia yang lebih baik dari ku. Yang ku tahu kamu tak biasa bicara dengan ku tapi dari sikap dan bahasa tubuhmu itu menunjukkan sebuah fakta. Kamu suka dengannya. Jika kita tak sepaham dan sepemikiran lagi. Dan kita tak bisa melaluinya bersama. Silahkan pergi dengan bekas tinta yang kau toreh secara tak sengaja. Biarku bersihkan perlahan dalam benak. Tak akan lagi aku bisa memaksa egoku dan kamu bersatu. Biar tangan Tuhan yang turun memainkan perannya.
All Rights Reserved
#10
gaslighting
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUANG KELABU  [TAMAT]
  • crazy love |END
  • Mafia & Dokter 🔞⚠️  || GULFMEW {END}
  • Sweet but Psycho
  • 𝐶𝑎𝑛'𝑡 𝐵𝑒 𝐴𝑙𝑜𝑛𝑒 ||𝑺𝑬𝑳𝑬𝑺𝑨𝑰||
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Tulip
  • Kamu [SELESAI]✔
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||

Genre: Fiksi Psikologi, Chiklit, Drama. "Hei, kamu! Ulurkan tanganmu! Aku akan mencoba menarikmu dari ruang kelabu itu." Setiap manusia memiliki masalah dalam hidupnya. Ada batas kemampuan yang dimiliki oleh tiap orang dan tentunya tidaklah sama. Kita mencoba untuk bertahan dan terus bertahan, karena merasa kehidupan kita masih cukup berharga untuk diakhiri. Terkadang seseorang mencoba untuk kuat, namun mulut-mulut tidak bertanggung jawab di sekeliling seringkali membuat semua pertahanan runtuh. Jika mereka tidak ingin membantu, mengapa tidak diam saja? Mengapa hanya bisa menghakimi orang lain selayaknya kalian tidak pernah terpuruk? Aku seorang Psikolog yang memiliki masa lalu yang suram. Ketika aku sendirian di ruang kelabu, tak ada yang menggenggam tanganku. Pada satu titik aku pernah merasa putus asa. Namun, inilah aku sekarang. Seorang psikolog yang ingin menggenggam tangan mereka yang masih terjebak di ruang kelabu, supaya cahayanya tidak semakin redup dan menggelap. Sumber : youtube Satu Persen - Indonesian Life School, Opini Id. Cerita sudah tamat... Boleh banget buat kalian untuk share cerita ini buat temen-temen yang mungkin butuh pencerahan hidup. Semoga bermanfaat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines