cinta untuk khanza

cinta untuk khanza

  • WpView
    Reads 266,367
  • WpVote
    Votes 11,780
  • WpPart
    Parts 52
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 17, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
maafkan aku karna aku tidak sekuat itu. cinta yang membuatku tidak kuat untuk membagimu . walaupun Tuhanku menjanjikan surga untuk perempuan yang ikhlas di madu. *** seorang pria yang tak lain adalah Sean, duduk bersimpuh dihadapan istrinya dengan tubuh bergetar memohon pengampunan. hanya Allah yang tau bagaimana akhir dari cinta mereka . "biarkan aku pergi mas, ikhlaskan aku dan berbahagialah . doaku tak akan terputus walau hubungan kita berakhir" "kumohon jangan menghukumKu sejauh ini. Allah sangat tau sebesar apa cintaku zaa" dengan genggaman yang makin erat , dan kepala yang tertunduk membuktikan kekalutan Sean. khanza memegang kedua bahu sean untuk membantunya berdiri , membimbing suaminya itu duduk di kasur bersamanya . dengan senyum yang sangat manis tapi tidak sampai dimata, Khanza memegang kedua pipi suaminya untuk menghapus air mata yang menyayat hatinya . "mas izinkan aku melayanimu malam ini untuk terakhir kalinya. aku sangat merindukan kehangatan suamiku" Bagaimanakah akhir dari perjuangan cinta Khanza , perempuan shaleha yang mengorbankan perasaannya sendiri demi kebahagiaan keluarga suaminya dan Demi keutuhan suaminya .
All Rights Reserved
#286
spiritual
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Qanita
  • Assalamualaikum Imamku
  • Imam Rahasiaku [TERBIT]
  • Tembok Yang Sangat Tinggi. (On Going)
  • Izinkan sekali saja
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Bukan Aku yang Dia Inginkan || TERBIT ✓
  • KHAZARA (On Going)
  • The Sacrifice of Love (Xaqina Story)
  • ZARAIDEN [End]
Qanita

"Mulai sekarang kita tidak ada hubungan apa-apa. Kita jalan masing-masing dan jangan ganggu aku lagi!" Qanita Zaura Nindya, gadis berusia 20 tahun itu mematung, seluruh tubuhnya seakan kaku. Qanita berusaha untuk mencerna setiap kata yang baru saja ia dengar. Apakah itu hanya ilusi? Seseorang yang dulu sangat mencintainya dan selalu bersamanya, kini dengan santai mengucapkan kata perpisahan. "Dit, aku bisa jelasin semuanya. Apa yang kamu lihat ini salah." Qanita berusaha untuk mencegah langkah lelaki itu sekuat tenaga, tentu dengan air mata yang tidak bisa berhenti keluar dari pelupuk mata. "Raditya Evansyah. Aku mencintaimu!" Suara Qanita begitu lantang mengucapkan kata cinta kepada lelaki yang kini meninggalkannya. Namun lelaki itu tidak memedulikannya sama sekali, ia terus berjalan tanpa beban. Pantaskah Qanita menangisi lelaki seperti itu? Pantaskah dia mempertahankan cinta yang hanya menimbulkan luka? Saat Qanita sudah hancur, semua yang ada di angannya pun hilang, lenyap begitu saja. Bagai mimpi tapi ini nyata! Kepingan indah kini berserakan tak ada harganya, bagaimana Qanita bisa menyatukan kembali mimpi itu dalam genggaman rida Allah. Hancur adalah titik paling menyakitkan dalam hidup! Sertakan sumber jika ingin mengutip tulisan sederhana ini. -Allah Maha Melihat- Start 17 November 2019 Finish --

More details
WpActionLinkContent Guidelines