I'm Not Crazy

I'm Not Crazy

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 1, 2021
Ara, seorang gadis berumur 22 tahun yang memiliki gangguan mental harus memendam rasa sakitnya sendirian. Bagaimana tidak? Kedua orang tuanya selalu mementingkan pekerjaannya, mereka menganggap bahwa dengan kebutuhan dan uang saku yang mereka berikan bisa membuat Ara bahagia. Harta bisa dicari tapi apa sebuah kasih sayang dan keharmonisan keluarga bisa dibeli dengan uang? Lalu, bagaimana dengan penyakit Ara? Apakah kedua orang tua Ara menyadari kesalahannya dan kembali sayang kepada Ara?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Yes, That's Love
  • Aku Yang Tidak Diinginkan
  • Loli Itu Keponakanku
  • Langit Kelabu Milik Ara
  • Waktu?
  • Clara: The Hidden World {HIATUS}
  • Narasi patah hati
  • Lilin di tengah hujan [END]

Akibat trauma masa lalu, Miki tak serius menjalin hubungan dengan wanita mana pun. Katika Miki dituntut segera mengenalkan seorang wanita kepada kedua orang tua yang telah lanjut usia, mengingat pula Miki adalah anak sewata wayang sekaligus dilabeli anak permintaan, akhirnya Miki memutuskan menyeret Sara yang adalah adik dari sahabatnya untuk membantunya keluar dari rongrongan keluarga. Awalnya Miki yakin bahwa mereka mampu membawa hubungan kepura-puraan itu sampai akhir, terlebih lagi Sara yang tidak pernah menaruh hati dalam hubungan tersebut karena ia tengah menyimpan dalam diam hatinya untuk sahabat masa kecilnya, Danu Adipati. Segala hal yang semula tampak mudah, nyatanya berakhir kacau, ketika Miki menyadari bahwa kemungkinan ada yang aneh, ada yang salah dengan hatinya sewaktu Sara terlalu buta akan sesuatu hal yang disebut cinta, meski secara terang-terangan tidak ada cinta yang sama dari sahabatnya. Miki memahami rasa asing itu dengan baik. Yes, that's love. Tapi dia sadar, berterus terang atau tidak, dia tetap akan terluka. Mampukah Miki mengamankan hatinya dari rasa sakit? Atau membiarkan hatinya didera rasa sakit?

More details
WpActionLinkContent Guidelines