Billy Cassy: Tapi Kita Putus

Billy Cassy: Tapi Kita Putus

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 6, 2021
Bolehkah aku sekadar menyentuh ujung jarimu agar rindu ini terobati dan tangis ini terhenti? Bolehkah aku berlama-lama mengingatmu agar dada ini tidak sesak dan hidungku tak lagi terisak? Adakah hari ketika kamu menghampiriku untuk semacam mencicipi minuman pinggiran jalan bersamamu? Sudikah kamu mengumpulkan kembali serpihan mimpi yang sempat poranda meski nanti hanya terangkai sepatah kata? Ataukah ini tak berbeda dengan pesan spam di pagi hari ketika kamu menanti pesan dari yang terkasih? Haruskah kamu tahu, telah kusebut namamu dalam doa-doa malamku dan perih yang tak kunjung mengering. Doa di saat kamu terlelap atau mengejar mimpi-mimpi tentang kapuk randu yang ditiup angin. (UCAPAN TOKOH CASSY KETIKA PUTUS DENGAN BILLY)
All Rights Reserved
#37
skenario
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You Belong With Me!
  • little Girl And Possessive Cool Boy (End)
  •  ALZERA (On Going)
  • Apa itu Cinta Sejati2
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • Vamp Prisioner
  • I See You [COMPLETE]
  • RUMIT
  • TRY
  • REUNI (Enam)

[SELESAI] "Cass?" panggil Niall menatapku. "Hmm?" Aku kembali menatapnya, dan sekarang aku berani menatap mata birunya yang sangat aku rindukan. "I want us, i dont want any other things, just us. I want us back like how we used to," Ucap Niall. Aku masih menatapnya. "You know? It hurts to see you with somebody else. It hurts so much ni. And its really hurts me," Ucapku lalu memalingkan wajahku. "Cass,maafin aku. Ini semua akan baik baik aja," Ucap Niall memegang tanganku. "You'll be okey, you'll be fine. But what about me?" Ucapku sinis, lalu menarik tanganku. "Do you know cass? When i saw you, i was afraid to meet you. When i met you, i was afraid to kiss you. When i kissed you, i was afraid to love you. Now, that i love you. I am afraid to lose you." Ucap Niall dengan menekan kata "lose" diakhir kalimatnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines