Late Regret

Late Regret

  • WpView
    Reads 411
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 24, 2021
Bagi Alan, kalian tau gak rasanya pernah memiliki sesuatu yang berharga dan tanpa disadari membuatnya perlahan menjauh lantas pergi? Apa menurut kalian kehilangan dan penyesalan dapat diperbaiki? Kalau Alan bisa memutar waktu dan mengulang semuanya. Alan harap saat itu, Alan dapat memahami dan mengerti perasaannya. Untuk siapa hatinya berlabuh, untuk siapa hatinya selama ini ditujukan. Tanpa harus membuatnya menderita. "Aku menyerah," ucap gadis itu diselingi rintihan tangis. Jika ini memang garis takdir kita, aku harap kamu bahagia bersama dengannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • ALFIREN
  • Dewa Keberuntungan [End]
  • SALAH RASA (TAMAT)
  • Sempat Punah
  • Something Between Us
  • About Is Love
  • Bukti [COMPLETED]
  • Nara [SUDAH TERBIT]
  • ARDILA & DINAR

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines