Duri [ON GOING]

Duri [ON GOING]

  • WpView
    Reads 734
  • WpVote
    Votes 90
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 17, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Mawar berduri. Itulah kehidupanku yang sebenarnya. Banyak yang ingin menjadi seperti diriku yang bisa meraih banyak prestasi di berbagai bidang akademik dan non-akademik. Tapi aku harap, mereka tidak pernah menjadi sepertiku. Cukup aku yang merasakan, orang lain jangan pernah merasakannya. Duri, itulah aku di lingkup keluarga hanya bisa melukai orang lain padahal semua tidak seperti yang mereka kira. Aku bukan duri, melainkan aku yang di tusuk ribuan duri. ***** "Ayah hiks.. ampun, ila gak bermaksud buat Garen jatuh" ringih Ceila sambil menangis dengan posisi duduk di cambuk dengan gesper oleh sang ayah. Ctaass!! Ctasss!! "Kamu hanya anak pembawa sial! Kamu hanya omong besar! Tapi kamu tidak pernah beretika!" Ucap sang Ayah yang kini menendang punggung Ceila. "I-ila hiks..gak nyelak-... arghhh" ucap Ceila terbata-bata sambil menahan nyeri di punggung nya. "Saya tidak peduli! Intinya kamu anak pembawa sial! Cuih!!!" Hendra pun meludahi kepala dan tubuh Ceila sebelum beranjak pergi keluar dari kamar Ceila. Ceila hanya mampu bertekuk lutut dan menangis, ia tidak bisa melawan orang tua nya. Ceila sayang sekali dengan orang tua nya, tetapi mengapa semua terjadi seperti ini semenjak tante Ceila meninggal dunia. "Te aku kangen, ayah jahat tapi Ila gak bisa lawan"
All Rights Reserved
#21
skala
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paradise
  • Stronger Than Another
  • [BL] Sudden Omega
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt
  • (End) Athanasia Wagner 2 : Seven Lights
  • CINTA DALAM KELABU
  • Maaf' (Revisi)
  • My Duchess / End
  • NEVER CHANGE ME & YOU
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines